Satelit9.com,Jakarta-Setelah mengalami proses yang panjang, proyek pembangunan transportasi massal Mass Rapid Transport (MRT) akhirnya menemui titik terang. Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo akan mengumumkan pemenang breakable MRT di Balai Kota Hari inisekitar pukul 14.00 WIB.
Fauzi Bowo yang akrab disapa Foke meyakinkan warga Jakarta, MRT akan bisa digunakan warga pada 2014 atau selambat-lambatnya pada 2017.
"Warga Jakarta akan menikmati MRT ini pada 2014 atau batten lambat 2017," kata Fauzi Bowo kepada wartawan di kantornya, Senin (17/9).
Tak hanya itu, breakable ini pun bukan sembarang breakable yang bisa diikuti siapa saja. Sebab, breakable ini berskala internasional dan diawasi oleh lembaga internasional. Pendanaannya pun tanggung-tanggung, karena akan menelan uang triliunan rupiah.
Pendanaan itu tak sepenuhnya berasal dari APBD DKI, namun diperoleh dari pinjaman lunak yang berasal dari Jepang.
MRT Jakarta yang berbasis rel ini rencananya akan membentang kurang lebih 110,8 km, yang terdiri dari Koridor Selatan-Utara (Koridor Lebak Bulus-Kampung Bandan) sepanjang 23,8 km. Lalu, sepanjang 87 km dibangun di Koridor Timur-Barat.
Koridor Selatan-Utara akan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama akan dibangun terlebih dahulu yang menghubungkan Lebak Bulus dengan Bundaran HI sepanjang 15,7 km dengan 13 stasiun yang terdiri dari tujuh stasiun layang dan enam stasiun bawah tanah.
Pembangunan di jalur ini akan mengambil sebagian wilayah sekolah polisi wanita yang berada di Lebak Bulus untuk dimanfaatkan sebagai lansiran kereta dan tempat Depo. MRT di jalur ini ditargetkan akan mulai beroperasi batten cepat 2014 dan batten lambat 2017.
Sementara, pembangunan MRT tahap kedua akan melanjutkan Koridor Selatan-Utara dari Bundaran HI ke Kampung Bandan sepanjang 8,1 km. MRT di jalur ini ditargetkan akan beroperasi batten lambat 2018.
Sedangkan Koridor Timur-Barat masih dalam tahap studi kelayakan. Batten lambat akan beroperasi 2024-2027.
Proyek MRT ini sempat menjadi 'bola panas' saat Foke yang saat ini menjadi calon bounden di Pilgub DKI sepanggung dengan penantangnya Jokowi di acara debat kandidat Cagub DKI.
Saat itu, Jokowi menyebut Foke hanya beretorika dalam rencana pembangunan MRT dan Monorel yang tak kunjung dilakukan. "Pak Fauzi yang beretorika, MRT belum diselesaikan, dimulai saja belum. Monorel juga sama, dimulai juga belum," kata Jokowi dalam debat cagub-cawagub DKI.
Menanggapi hal itu, Foke mengatakan, sisa koridor yang belum terealisasi akan dibangun dengan cara yang berbeda. Lagian, lanjut Foke, jumlah koridor tidak menentukan panjang jalur Busway.
"Kalau yang bicara ini bukan ahli transportasi ya begini jadinya. Karena yang menentukan panjangnya, dulu 123 km sekarang 215 km," kata Foke.(@Edi)
