Satelit9.com,Temanggung-Kobaran api kembali membara di hutan Gunung Sumbing, tepatnya di petak 23 Resort Pemangku Hutan (KPH), Kemloko Bagian Kesatuan Pemangku Hutan (BKPH) Temanggung, Selasa (11/9) petang tadi.
"Dugaan sementara, api berasal dari sisa-sisa kebakaran kemarin yang belum padam dan menimbulkan percikan api. Api sendiri berkobar di lahan kering dan membakar vegetasi rerumputan," kata Kepala BKPH Temanggung, Perum Perhutani Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Kedu Utara, Juni Junaedi, Selasa (11/9).
Hingga berita ini diturunkan, pihaknya belum bisa memastikan berapa luasan lahan yang terbakar. Pihaknya juga mengaku kesulitan memadamkan api, sebab kali ini angin bertiup kencang dan si jago merah mengamuk di lahan kering.
Pemadaman sendiri sementara baru bisa diakukan dengan cara konvensional, yakni menggunakan batang kayu yang dipukulkan pada sumber api hingga padam. Upaya itu biasanya berhasil apabila angin tidak bertiup terlalu kencang.
Sejauh ini, enam orang petugas Perum Perhutani dibantu kelompok Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), telah dikerahkan untuk melakukan upaya pemadaman di lokasi kebakaran.
Sementara itu Administratur Perhutani, KPH Kedu Utara, Iwan Setiawan menjelaskan, bahwa kebakaran hutan di Gunung Sumbing tidak berpengaruh pada tanaman pokok. Pasalnya, kebakaran terjadi pada vegetasi alang-alang dan rumput kering.(@cool)
"Dugaan sementara, api berasal dari sisa-sisa kebakaran kemarin yang belum padam dan menimbulkan percikan api. Api sendiri berkobar di lahan kering dan membakar vegetasi rerumputan," kata Kepala BKPH Temanggung, Perum Perhutani Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Kedu Utara, Juni Junaedi, Selasa (11/9).
Hingga berita ini diturunkan, pihaknya belum bisa memastikan berapa luasan lahan yang terbakar. Pihaknya juga mengaku kesulitan memadamkan api, sebab kali ini angin bertiup kencang dan si jago merah mengamuk di lahan kering.
Pemadaman sendiri sementara baru bisa diakukan dengan cara konvensional, yakni menggunakan batang kayu yang dipukulkan pada sumber api hingga padam. Upaya itu biasanya berhasil apabila angin tidak bertiup terlalu kencang.
Sejauh ini, enam orang petugas Perum Perhutani dibantu kelompok Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), telah dikerahkan untuk melakukan upaya pemadaman di lokasi kebakaran.
Sementara itu Administratur Perhutani, KPH Kedu Utara, Iwan Setiawan menjelaskan, bahwa kebakaran hutan di Gunung Sumbing tidak berpengaruh pada tanaman pokok. Pasalnya, kebakaran terjadi pada vegetasi alang-alang dan rumput kering.(@cool)
