Satelit9.com,Sumenep- Sebuah kapal kayu, Kapal Layar Motor (KLM) Bunga Cahaya, tenggelam di sebuah perairan di sekitar Pulau Gili Iyang, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Minggu (9/9) dini hari. Dua anak buah kapal (ABK) dinyatakan selamat, sementara empat lainnya masih hilang.
KLM Bunga Cahaya yang berangkat dari Pelabuhan Kalianget pada Sabtu (8/9) malam itu sedianya akan menuju Kalimantan. Dugaan sementara, tenggelamnya kapal itu akibat mesin untuk membuang air rusak sehingga air masuk ke kapal dan meresap ke garam hingga tenggelam.
Dua orang ABK segera menyelamatkan diri dengan cara melompat ke laut dan ditolong nelayan Pulau Gili Iyang dan Sapudi. Mereka adalah Hamid dan Noto. Sementara, empat lainnya, yakni Sumar, Sulik, Busin, dan Muslih, tidak sempat menyelamatkan diri dan hilang.
Hingga kini, sejumlah aparat Kepolisian Perairan Kalianget dibantu anggota Polsek Dungkek dan nelayan masih mencari keempat ABK.
"Dua orang kru kapal yang selamat masih berada di rumah nelayan Gili Iyang. Sementara yang lain masih dilakukan pencarian," kata Rudi, salah seorang keluarga ABK.
Kepala Polres Sumenep Ajun Komisaris Besar Dirin mengatakan pihaknya masih menyelidiki penyebab tenggelamnya KLM Bunga Cahaya. Anggotanya masih meminta keterangan dua ABK yang selamat untuk mengetahui kronologi peristiwa tersebut.
"Dari keterangan sementara peristiwa ini murni akibat kecelakaan. Diduga mesin pembuangan air mati sehingga air mengendap dan meresap ke salah satu muatan hingga kapal tidak mampu membawa beban dan tenggelam," kata Kapolres.(@edi)
.jpg)