Satelit9.com,Klaten-Musim kemarau yang tidak kunjung berhenti memaksa warga lereng Gunung Merapi di Desa Sukorini, Kecamatan, Manisrenggo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, memanfaatkan air keruh dari sumur mereka untuk kebutuhan rumah tangga. Untuk membeli air bersih, warga tidak mampu karena harga mahal. Sedangkan sumber air yang lain sudah tidak ada lagi. "Warga terpaksa mengonsumsi itu karena tidak ada lagi sumber air yang bisa dimanfaatkan. Kalau harus beli air dengan harga mahal kami tidak sanggup," kata Jemani, 63, warga Desa Sukorini, Jumat (14/9).
Saat kemarau, sumber air di daerah itu langka. Harga air pun mahal, satu tangki isi 5 ribu liter mencapai Rp150 ribu. Untuk kebutuhan air, warga hanya bergantung dari bantuan pemerintah dan swasta.
Kepala Urusan Umum Desa Sukorini Prayitno membenarkan warganya kini kesulitan air bersih. "Karena belum ada kiriman bantuan, mereka terpaksa memanfaatkan air sumur yang keruh itu," ujarnya.(@cool)