• Jelajahi

    Copyright © Informasi Tanpa Batas
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Top Ads

    Iklan 300x250

    728x90 AdSpace

    Meski Dilarang,200-an Orang TetapMendaki Gunung Merapi

    Last Updated 2012-09-17T00:01:13Z


    Satelit9.com,Boyolali -Jumlah pendaki ke puncak Gunung Merapi melalui jalur Plalangan, Desa Lencoh, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, sepekan terakhir mencapai ratusan orang.
    "Pendakian ke puncak Merapi sebetulnya masih dilarang untuk sementara waktu. Namun, mereka nekat dan jumlahnya sejak Sabtu (15/9) malam hingga Ahad (16/9) mencapai sekitar 200 orang lebih," kata anggota Tim Serach and Rescue Barameru Desa Lencoh Samsuri, di Boyolali, Senin (17/9) hari ini.
    Menurut Samsuri, jumlah pendaki ke Merapi tersebut mengalami peningkatan sekitar 50 persen dibanding pekan sebelumnya yang hanya mencapai 100-an pendaki.
    Para pendaki tersebut datang dari berbagai daerah, antara lain Kota Solo, Yogyakarta, Semarang, Jakarta, dan pendaki lokal Boyolali.
    Bahkan, pendaki ada yang datang dari mancanegara seperti Prancis, Belanda, dan Singapura. Mereka ke puncak Merapi biasanya untuk menikmati keindahan pemandangan pegunungan.
    Menyinggung waktu larangan pendakian ke puncak Merapi, kata dia, sudah sekitar sebulan ini, karena ada suara gemuruh terdengar dari puncak.
    Namun, kata dia, suara gemuruh puncak Merapi yang terdengar oleh warga sekitar terjadi pada sebulan yang lalu.
    "Kondisi Merapi saat ini masih aman untuk pendakian. Namun, cuaca di puncak sangat dingin pada musim kemarau ini," katanya.
    Oleh Karena itu, pihaknya mengimbau para pendaki untuk membawa perlengkapan yang cukup seperti jaket tebal dan tenda. Jika terjadi kabut tebal di puncak mereka dapat memanfaatkan tenda itu untuk berlindung.
    Karena, kata dia, kondisi puncak Merapi pada malam hari sering terjadi kabut sehingga dapat menghalangi pandangan para pendaki.
    "Jika pendaki terhalang kabut lebih baik menunda perjalanan ke puncak. Setelah kabut lewat bisa melanjutkan perjalanan, karena, hal itu, dapat membahayakan pendaki," katanya.
    Menurut petugas pos pemantauan Gunung Merapi di Jrakah Selo, Triyono, kondisi Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Yogyakarta itu, berada di akin satu normal.
    Pada kondisi puncak sering terjadi kabut tebal pada malam hari, sehingga pantauan kasat mata dari Pos Jrakah tidak kelihatan.
    Menyinggung terdengar adanya suara gemuruh dari puncak Merapi, dari hasil pantauan Triono di Pos Pengawasan Gunung Merapi Jrakah, nihil. (bagas)
    Komentar
    • Meski Dilarang,200-an Orang TetapMendaki Gunung Merapi

    Terkini

    Topic Popular