Satelit9.com,Jakarta -Bom mengguncang Depok. Ledakan yang cukup dahsyat itu terjadi di Yayasan Yatim Piatu Pondok Bidara, Jalan Kecipir Raya, RT 04/03, Kelurahan Beji, Sabtu (8/9) malam. Seorang tewas dan enam lainnya luka akibat terkena serpihan bom tersebut.
Ledakan bom itu juga menghancurkan dinding dan atap rumah. Dalam waktu singkat, warga berdatangan ke lokasi kejadian. Disaat warga mencari tahu penyebab ledakan, dua orang pemuda dengan tubuh luka bakar terlihat tergesa-gesa keluar dari yayasan itu. Mereka meninggalkan temannya yang tewas di lantai dan 4 luka.
Tak lama, puluhan petugas dari Polres Depok dan Polsek Beji berdatangan ke lokasi kejadian. Menggunakan mobil bak terbuka, korban tewas dan luka dibawa ke rumah sakit. Mereka dikawal ketat polisi. Diduga kuat, korban tewas dan luka bagian dari jaringan teroris yang sedang merakit bom.
Pihak kepolisian belum bisa berspekulasi terkait sumber ledakan. “Fokus kami saat ini adalah menyelamatkan korban dan mengamankan lokasi kejadian,” ujar Kapolsek Beji, AKP Agus Widodo. “Korban satu tewas di lokasi. Semua korban dilarikan ke RS Mitra Depok.”
Keterangan warga, ledakan terjadi sekitar pukul 21. 50, diawali ledakan ledakan kecil. Kerasnya ledakan membuat bangunan rumah kontrakan itu mengalami kerusakan parah.
Warga yang berkemumum sempat mencium balm menyengat mirip mesiu bahan peledak. “Kami belum memastikan terkait actual penyebab ledakan. Saat ini masih dalam tahap pengamanan TKP agar steril,” tegas AKP Agus.
Sementara itu Rahmat, 35, satu warga menyebutkan, saat ledakan terjadi dirinya sedang membeli nasi yang berjarak sekitar 500 beat dari sumber bom. “Ledakannya keras sekali, radiusnya mencapai setengah kilo,” ujarnya saat ditemui di lokasi kejadian.
Suara ledakan itu memicu rasa penasaran Rahmat. Ia berlari menuju rumah kontrakan milik Yusuf Rizaldi yang dihuni korban. “Saya sempat melihat tiga orang tergetelak di ruang tamu, sedangkan dua orang melarikan diri,” sambungnya.
WARGA CURIGA
Bangunan rumah sederhana itu selama ini dikontrakkan pemilik kepada mereka yang luka dan hingga kini belum diketahui identitasnya. Kendati terdapat plang bertuliskan Yayasan Yatim Piatu Pondok Bidara, namun selama ini warga sekitar tak pernah melihat adanya aktifitas layaknya sebuah yayasa yatim piatu.
“Anak yatim nya juga tidak pernah terlihat. Tapi di dalam rumah banyak gambar anatomi tubuh yang menempel di dinding ,” sebut Saman, warga lain. Kendati demikian rasa curiga warga hanya bisa dipendam hingga akhirnya sedikit terungkap dengan terjadinya ledakan tersebut.
Aparat kepolisian sendiri hingga kini masih terus melakukan penyisirian dan mencari abstracts terkait identitas korban penghuni rumah. Belum ada keterangan apakah ledakan yang terjadi di tengah pemukiman warga itu ada kaitannya dengan serangkaian kasus teroris yang belakangan marak terjadi termasuk aksi teror di Solo, Jateng dan Tambora, Jakbar.
Warga Depok sebelumnya juga digemparkan dengan penyergapan tim Densus di sebuah rumah yang dijadikan tempat persembunyian Firman, 30, anggota kelompok yang terlibat dalam serangan teror di Solo, Jateng beberapa waktu lalu. Firman ditangkap di kediaman pamannya di Perumahan Anyelir 2 Blok F2, Kalimulya, Depok. (@cool)
