Satelit9.com,Jakarta-Pria yang mengaku sebagai Muhammad Toriq, terduga pemilik bom rakitan di Jalan Teratai 7 RT02/04, Tambora, Jakarta Barat, menyerahkan diri ke Markas Kepolisian Daerah Metro Jaya, Ahad (9/9) sekitar pukul 17.30 WIB.
"Ya dia menyerahkan diri ke Pos Polisi Jembatan Lima," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Rikwanto. "Pria itu kini masih diperiksa penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya."
Kepala Polda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Polisi Untung S. Rajab menuturkan, pihaknya akan memeriksa DNA pria itu untuk kemudian dicocokkan dengan ibunya, Iyot. Sejauh ini, kata dia, polisi belum bisa memastikan identitas pria yang menyerahkan diri itu.
"Saya tak mengucapkan identitas Toriq, mengenai kemiripan foto Toriq, kalau mirip itu bisa jadi iya atau tidak. Mungkin saja dia mengaku, kan simpang siur, apakah itu Toriq apa Anwar," ujar Untung.
Sebelumnya, Polda Metro Jaya menetapkan buron terhadap Toriq yang diduga pemilik lima assemblage bom rakitan dan berbagai bahan peledak lain yang ditemukan di rumah Iyot di Jalan Teratai 7 RT02/04, Tambora, Jakbar.
Kejadian berawal saat warga melihat kepulan asap dan mencium bahan yang diduga mesiu di rumah yang dihuni Toriq di Jalan Teratai 7, RT 02/04, Kelurahan Jembatan Lima, Tambora, Jakarta Barat, Rabu (5/9) sekitar pukul 14.30 WIB.
Warga sempat mendatangi rumah milik Iyot tersebut, guna mencari penyebab kepulan asap itu, namun Toriq melarikan diri ke arah Jembatan Lima, Tambora.
Polisi menyita barang bukti berupa lembaran panduan merakit bom, tiga kardus yang berisi botol, lakban, dua botol berisi paku, kaleng makanan, baterai, charger telepon selular, potongan pipa dan kabel, serta bahan lainnya.
Anggota Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri sempat memeriksa istri Toriq, Sri Haryati bersama anaknya, serta ibundanya, Iyot.(@deva)
"Ya dia menyerahkan diri ke Pos Polisi Jembatan Lima," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Rikwanto. "Pria itu kini masih diperiksa penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya."
Kepala Polda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Polisi Untung S. Rajab menuturkan, pihaknya akan memeriksa DNA pria itu untuk kemudian dicocokkan dengan ibunya, Iyot. Sejauh ini, kata dia, polisi belum bisa memastikan identitas pria yang menyerahkan diri itu.
"Saya tak mengucapkan identitas Toriq, mengenai kemiripan foto Toriq, kalau mirip itu bisa jadi iya atau tidak. Mungkin saja dia mengaku, kan simpang siur, apakah itu Toriq apa Anwar," ujar Untung.
Sebelumnya, Polda Metro Jaya menetapkan buron terhadap Toriq yang diduga pemilik lima assemblage bom rakitan dan berbagai bahan peledak lain yang ditemukan di rumah Iyot di Jalan Teratai 7 RT02/04, Tambora, Jakbar.
Kejadian berawal saat warga melihat kepulan asap dan mencium bahan yang diduga mesiu di rumah yang dihuni Toriq di Jalan Teratai 7, RT 02/04, Kelurahan Jembatan Lima, Tambora, Jakarta Barat, Rabu (5/9) sekitar pukul 14.30 WIB.
Warga sempat mendatangi rumah milik Iyot tersebut, guna mencari penyebab kepulan asap itu, namun Toriq melarikan diri ke arah Jembatan Lima, Tambora.
Polisi menyita barang bukti berupa lembaran panduan merakit bom, tiga kardus yang berisi botol, lakban, dua botol berisi paku, kaleng makanan, baterai, charger telepon selular, potongan pipa dan kabel, serta bahan lainnya.
Anggota Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri sempat memeriksa istri Toriq, Sri Haryati bersama anaknya, serta ibundanya, Iyot.(@deva)
