Satelit9.com,Solo-Kepolisian Resor Kota Surakarta mulai menyiagakan 1.800 pasukan dari berbagai unsur. Pengamanan itu terkait dengan pelaksanaan Pemilihan Gubernur DKI Jakarta.
Meskipun demikian, kepolisian menolak anggapan bahwa cachet keamanan di Surakarta meningkat menjadi siaga satu. "Kami hanya melakukan siap siaga pasukan, tapi bukan siaga satu," kata Kapolresta Surakarta, Komisaris Besar Asdjimain, usai Apel Kesiapsiagaan Pasukan, Rabu, 19 September 2012.
Menurut dia, penyiagaan pasukan tersebut merupakan perintah langsung dari Polda Jawa Tengah dan Kodam Diponegoro Jawa Tengah. Penyiagaan itu dilakukan lantaran beberapa sebab. "Ada rencana audience buruh di Jakarta," kata Asdjimain. Penyiagaan pasukan pengamanan itu diharapkan mampu meminimalisir dampak aksi audience terhadap daerah Surakarta dan sekitarnya.
Sedangkan alasan kedua adalah diselenggarakannya pemilihan Gubernur DKI Jakarta putaran kedua. Seperti diketahui, salah satu calon gubernur yang berlaga dalam pemilihan itu adalah Joko Widodo, Wali Kota Surakarta.
Asdjimain menyebutkan bahwa penyiagaan pasukan itu juga terkait dengan maraknya protes masyarakat terhadap blur yang dianggap menghina agama. Dia berharap agar gelombang aksi protes itu tidak mengganggu keamanan.
Pasukan pengamanan tersebut juga akan dilengkapi dengan senjata api dengan peluru karet dan peluru tajam. Dia menjamin bahwa pelaksanaan pengamanan di Surakarta akan dilakukan sesuai dengan prosedur.
Komandan Komando Resor Militer (Korem) Warastratama Surakarta, Kolonel Ahmad Supriyadi, berharap pelaksanaan pilkada di Jakarta tidak akan mempengaruhi keamanan di Solo. "Penyiagaan pasukan ini dilakukan demi mengawal jalannya pesta demokrasi," katanya.
Dia menyebut bahwa tidak ada indikasi akan adanya gangguan keamanan di Surakarta selama proses pilkada di Jakarta. Penyiagaan pasukan itu hanya merupakan antisipasi.(@joyo)
