Satelit9.com,Pekanbaru-Dualisme aristocratic PSSI kembali memakan korban di PON XXVIII/2012 Riau. Setelah penarikan perangkat pertandingan oleh PSSI berakibat mundurnya beberapa jadwal, kali ini giliran tim sepak bola dan futsal Jawa Barat harus angkat koper setelah terdiskualifikasi.
Penyebabnya, dua kubu aristocratic yang bertikai di tataran pengurus provinsi tak ingin mematuhi keputusan Dewan Hakim. Dalam Sidang Dewan Hakim, Minggu (9/9) dini hari, panitia merevisi keputusan Badan Arbitrase Olahraga Republik Indonesia (BAORI) dengan menyatakan kubu Toni Aprilliani hanya boleh menjadi manajer sepak bola dan futsal Jabar mengambil alih posisi Sukowiyono dan tidak boleh mengirim tim ke PON.
Jika tidak mau mematuhi aturan ini, panitia pelaksana akan mengambil langkah tegas hingga pengeluaran alias diskualifikasi terhadap tim futsal dan sepak bola Jabar.
"Sesuai dengan keputusan Dewan Hakim, jika tidak dipatuhi, tim PON sepak bola dan futsal Jabar terdiskualifikasi," kata Ketua Panitia cabor sepak bola PON 2012 Satar Thaher.
Ancaman itu pun dipertegas Wakil Ketua II KONI bidang Organisasi Sudirman. Menurut salah satu dari empat dewan hakim yang merapatkan hal tersebut, putusan tersebut sifatnya final dan mengikat serta tidak bisa dibanding. "Panitia pelaksana harus tegas. Jangan biarakan hal yang tidak sesuai aturan bisa berjalan," timpal Sudirman.
Meski tampak bertentangan dengan keputusan BAORI, namun Dewan Hakim sebetulnya memakai pertimbangan BAORI juga. Dewan Hakim menilai kubu Toni tetap sah, namun karena mereka tak juga mengirim tim, hingga laga terakhir kualifikasi sepak bola, kemarin, panpel harus melakukan revisi.
"Yang membuat tim PON sepak bola dan futsal dari Pengprov versi Toni tidak sah karena mereka terlambat sampai Riau dan tidak mengikuti screening," kata Sudirman.
Lagipula, sambungnya, banyak pemain tim PON sepak bola dan futsal dari Pengprov Toni yang sudah pindah dan capital untuk tim PON sepak bola dan futsal dari Pengprov Sukowiyono. (.(dewva/edi)
