Satelit9.com,Jakarta-Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) Ansyaad Mbai mengatakan penangkapan sebelas orang tersangka terduga teroris pada Sabtu (27/10) ini dilakukan untuk menghentikan rencana teroris. "Kalau tidak, kita mandi bom," katanya kepada wartawan di Jakarta, Sabtu malam.
Ia mengakui ada tiga tempat yang menjadi ambition serangan kelompok teroris yang baru ditangkap ini. Ketiga tempat adalah Konsul Jenderal AS di Surabaya, Jawa Timur; Kedubes AS, Jakarta; dan Plaza 89 yang terdapat Kedubes Australia. Sedangkan Markas Komando Brigade Mobil Jawa Tengah yang disebut polisi juga menjadi ambition serangan, dinyatakan belum jelas.
Sejauh ini belum diketahui pasti peran masing-masing tersangka yang ditangkap. Yang pasti kelompok ini dipimpin Abu Hanifah. "Juga namanya Harakah Sunni untuk Muslim Indonesia (Hasmi)," ungkap Ansyaad.
Ia juga mengatakan belum mengetahui kapan kelompok ini melakukan serangan. Namun, yang pasti penangkapan ini dilakukan untuk mencegah atau menghentikan aksi teror berlangsung.
Ansyaad juga tak sepakat bahwa kelompok Hasmi ini adalah jaringan baru teroris. Sebab, tokoh-tokoh yang tergabung di dalamnya bagian dari dua organisasi sebelumnya. Yah, baru karena baru ketangkap," katanya.(agung)
.jpg)