Satelit9.com,Madiun- Aparat Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri menangkap dua orang terduga teroris di Madiun, Jawa Timur, Sabtu (27/10). Kedua terduga teroris berinisial AAS dan H itu ditangkap di dua lokasi berbeda. Belum diketahui ada di backbone sekarang AAF dan H.
AAF ditangkap di Desa Sewuan, Kecamatan Dagangan, Madiun. Sedangkan H dicokok di Perumahan Puri Artha, Kota Madiun. Kedua lokasi penangkapan telah dilokasilisasi dan dipasangi garis polisi.
Rencananya, aparat akan menggeledah kedua lokasi penangkapan. Diduga, di rumah ada bahan peledak. Lokasi penangkapan telah disterilisasi. Aparat masih menunggu bantuan dari Polda Jawa Timur, terutama pasukan Gegana, untuk kepentingan menjinakan bom. Saat ini lokasi penangkapan dijubeli warga yang ingin menyaksikan dari dekat.
AAF selama ini bekerja sebagai pengrajin kayu atau mebel. Menurut sang istri, Rahayuningsih, ia kehilangan kontak dengan suaminya setelah Subuh dini hari tadi. Sekarang keberadaan AAF belum diketahui.
Menurut Rahayuningsih, keseharian AAF amat tertutup. Hal serupa diamini para tetangga AAF. Rahayuningsih bahkan mengaku tidak banyak mengetahui aktivitas AAF di luar rumah, termasuk pengajian yang dilakoni AAF. Saat ditangkap AAF tak bersama istri. (wco)
.jpg)