Satelit9.com,Jakarta-Setelah sempat dua kali dikunjungi Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, pengelola Rumah Susun Sewa Sederhana (Rusunawa) Marunda, Cilincing langsung melakukan perbaikan di dua array rusunawa tersebut. Perbaikan sudah dilakukan sejak sepekan lalu dan rencananya akan berakhir pada 15 Desember mendatang. Adapun biaya perbaikan itu mencapai Rp 8 miliar.
Penanggung Jawab Lokasi Rusunawa Marunda, Suripno mengatakan, saat ini di array A dan B Rusunawa Marunda tengah dalam perbaikan, seperti pengecatan bangunan, pembangunan pos keamanan, perbaikan taman, penyambungan instalasi listrik, dan perbaikan kamar mandi. "Pengerjaan ini sudah dilakukan sejak pekan lalu dan rencananya selesai pada 15 Desember mendatang dengan biaya sekitar Rp 8 miliar," ujar Suripno, Selasa (30/10).
Dikatakan Suripno, perbaikan di array A meliputi perbaikan 20 kamar mandi seperti kran, kloset, dan saluran air di Blok Hiu. Lalu, perbaikan 2 assemblage roof baptize tank, penggantian meteran air bersih sebanyak 505 unit, perbaikan 2 tempat pembuangan sampah berukuran masing-masing 4x8 meter, penambahan pompa alteration 5 unit, perbaikan 5 assemblage penangkal petir.
Sedangkan, perbaikan di array B meliputi, pengecatan di blok 7, 8, dan 9. Selain itu, membangun 4 assemblage pos satpam di array B sebanyak 2 assemblage dan di array C sebanyak 2 unit. Kemudian, pembuatan taman di array A dan array B, serta penyambungan instalasi listrik sebanyak 216 unit. "Sebenarnya sebelum pak Jokowi datang ke sini, kami sudah merencanakan perbaikan ini sejak bulan Mei lalu. Kemudian, bulan Juni mensurvei bagian yang rusak dan hingga akhirnya pengerjaan mulai dilakukan Oktober ini," katanya.
Mengenai penyambungan instalasi listrik, lanjut Suripno, saat ini pihaknya tengah menunggu sertifikat layak operasi (SLO) dari petugas PLN. Nantinya setelah mendapatkan sertifikat itu, sebanyak 216 assemblage akan langsung tersambung oleh listrik. "Kalau sudah dapat sertifikat, petugas sudah bisa menyambung listrik di sini," katanya.
Terkait perbaikan taman, pengelola juga berniat menjadikan taman Rusunawa Marunda sebagai kebun budidaya mangga. Oleh karena itu, saat taman diperbaiki, pohon yang batten banyak ditanam adalah pohon mangga. "Budidaya ini kami bekerjasama dengan Dinas Kelautan dan Pertanian DKI Jakarta. Saat ini, sudah ada 200 bibit pohon, nantinya mau ditambah 2.000 pohon mangga lagi," ungkapnya.
Ditambahkan Suripno, untuk array C kemungkinan akan terbengkalai karena belum adanya serah terima aset antara Kementrian Perumahan (Kemenpera) kepada Assemblage Pengelola Teknis (UPT) Rusun di bawah Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintah DKI Jakarta. "Secara teknis, pengelola rusun milik Kemenpera dengan Pemprov DKI itu berbeda. Kalau ingin array C diperbaiki, ya harus ada serah terima aset dulu," tuturnya.
Sampah di Saluran Pademangantimur Berkurang
Di tempat terpisah, paska dikunjungi Jokowi beberapa waktu lalu, kondisi sampah di saluran air sepanjang RT 14, 15, 16 dan 17/RW 01 Pademangan Timur, sudah berkurang. Sebab, Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI Jakarta bersama masyarakat telah mengeruk dan membersihkan saluran tersebut dari sampah maupun lumpur.
Walikota Jakarta Utara, Bambang Sugiyono menuturkan, saluran air di Pademangantimur sudah dilakukan upaya pengerukan dengan dibantu warga setempat. "Pengerukan di Pademangantimur itu sudah diminta pada masyarakat, sehingga Pak Gubernur minta untuk kerja bakti. Kita juga kerja sama dengan Sudin PU Tata Air untuk melakukan pengerukan lumpur," kata Bambang.
Upaya pembersihan, kata Bambang, sudah dilakukan secara maksimal meski membutuhkan alat pengerukan lantaran sampah dan lumpurnya cukup banyak. "Sudah dilakukan. tapi efektivitas proses maksimalnya memang harus pakai alat. Kalau chiral bisa tapi lama. Masyarakat sudah kerja bakti dibantu Sudin PU Tata Air. Dan nanti Dinas PU akan menyediakan alat untuk melakukan pengerukan," katanya.
Soekidjo, Ketua RT 16/01 mengatakan, kerja bakti yang dilakukan warga bersama Dinas PU DKI diakuinya sudah berlangsung sejak kunjungan Pak Jokowi beberapa waktu lalu. "Sejak kemarin memang warga membantu mengeruk secara manual, kadang yang dangkal sekali itu memang perlu di keruk," tandasnya.(cool)