Satelit9.com,Jakarta-Meski mulai esok tidak lagi menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo menegaskan tidak akan lupa untuk terus memantau kemajuan pembangunan ibukota dan affairs kerja Pemprov DKI selama lima tahun ke depan.Dia berjanji, mulai pukul 24.00 hari ini, ia akan mengkritisi pembangunan Jakarta yang tidak sesuai dengan kebutuhan warga Jakarta serta kinerja Pemprov DKI bila keluar dari jalur yang telah ditetapkan.
"Saya akan mengkritisi dari luar, karena mulai pukul 24.00 nanti saya sudah boleh mengkritik. Karena kami sudah bebas merdeka mulai mengkritik, sebab saya lebih mengetahui ilmu Anda dari yang lain. Tapi kalau hari ini belum ya," kata Fauzi Bowo dalam acara Coffee Morning bersama para pejabat DKI Jakarta dan media massa di Balai Agung, Balaikota DKI, Jakarta, hari ini.
Kritikan membangun yang akan diberikannya berdasarkan rasa kecintaannya kepada Kota Jakarta, kampung kelahirannya. Sebab, mantan Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin pernah menitipkan kota Jakarta kepada dirinya. Ali Sadikin memintanya untuk terus mencintai Jakarta dalam keadaan apa pun.
"Ali Sadikin menitipkan pesan kepada saya. Katanya, sekali kamu mencintai Jakarta, kamu harus mencintai Jakarta sampai kapan pun. Pesan ini berlaku untuk kami berdua, maka kami akan tetap berkontribusi bagi Jakarta meski sudah tidak menjabat lagi sebagai pimpinan daerah ini," ujarnya.
Dia juga mengajak warga Jakarta lebih peduli dan mencintai kotanya, karena Jakarta bukan milik perorangan atau milik Pemprov DKI Jakarta, melainkan milik masyarakat Jakarta dan seluruh media massa.
Foke mengatakan, dirinya mengajak masyarakat bersama-sama memiliki dan mencintai Jakarta sehingga pemerintah daerah dengan pemimpin yang baru dapat menjalankan tugasnya dengan baik. Kalau pelibatan partisipasi masyarakat dan media dalam pembangunan Jakarta tak terwujud, maka tidak akan tercapai hasil optimal pembangunan ibu kota.
"Kepada para kepala dinas dan pejabat Pemprov DKI lainnya, tentu ada yang bekerja secara optimal dan belum optimal. Tetapi saya yakin Anda semua profesional dan ahli di bidangnya. Makanya saya minta untuk bekerja lebih profesional pada pemimpin yang baru. Saya tinggalkan Pemprov DKI dengan titipan agar Anda melaksanakan tupoksi dengan optimal dan profesional. Karena masyarakat Jakarta tidak mau pelayanan menurun era pemimpin yang baru," imbaunya.
Menurutnya, pergantian pemimpin dalam pemerintahan daerah adalah hal yang biasa. Dia sudah mengalami hal itu sejak era Ali Sadikin. Kemajuan Jakarta tidak tergantung pada pemimpin saja, melainkan ada ditangan para perangkat daerah yang menjadi ujung tombak pelaksanaan teknis.
"Anda lah pelaksana teknis di lapangan, kami hanya memberikan arah kebijakan pembangunan. Anda lah yang bekerja untuk kemajuan Jakarta. Saya mengenal anda secara detail. Saya yakin staf dan perangkat daerah dapat bekerja dengan baik. Lanjutkan kerja keras Anda, bekerja lebih cerdas dan lebih ikhlas. Saya minta maaf atas kesalahan saya selama menjadi pemimpin Anda," tuturnya.
Sedangkan Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto mengucapkan terima kasih yang tulus atas kerja seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Pemperov DKI yang telah bekerja bersama-sama dirinya dengan Fauzi Bowo. "Bentuk Jakarta sekarang ini tidak terlepas dari karya-karya Anda semua. Kami hanya menentukan arah kebijakan, Anda lah pelaksana strategisnya," Prijanto yang berdiri berdampingan dengan Gubernur.
Dia juga meminta maaf atas segala hal yang tidak pantas yang telah dilakukannya selama menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI. Dia berharap seluruh SKPD terus bekerja sebaik-bainya menjadikan Jakarta lebih baik lagi.(deva)