Satelit9.com,Pekanbaru- Fotografer korban penyerangan aparat TNI AU saat merekam kejadian pesawat Hawk 200 jatuh di Pekanbaru, Didik Herwanto, mengatakan dirinya tidak tahu mengapa diserang. Fotografer Riau Pos itu dihajar dan diinjak-injak oleh aparat TNI AU.
"Saya tidak tahu penyebab mengapa dia (aparat TNI AU) marah. Tiba-tiba saja dia lari berteriak 'kamu orang mati malah diambil gambarnya', kemudian saya langsung dipukul," ujar Didik. "Tidak ada chat peringatan, dia langsung menghajar saya"
Menurut Didik tindakan kekerasan yang dilakukan aparat TNI AU lebih parah dari gambar yang beredar di dunia maya.
"Setelah itu saya terjatuh dan diinjak-injak, kemudian diselamatkan ke dalam mobil," katanya.
Didik mengaku sempat mendapat intimidasi.
"Saat di pinggir jalan saya terlibat chat dengan orang yang memukul saya, dia bilang tak tahu saya wartawan, padahal saya memakai ID pers. Namun ada oknum lainnya yang mengancam saya jika mengetahui alamat saya, bisa habis saya," tandasnya.
Didik hanya bisa mendeskripsikan orang yang mengancam dirinya berbaju carnival dan diduga orang AURI. Dirinya pun sudah menyerahkan masalah ini kepada institusinya untuk melakukan tindakan hukum.(Rifqi/DSY)
.jpg)