Satelit9.com,New york-Harga minyak mentah dunia ditutup bervariasi pada Senin (Selasa pagi WIB), karena broker menimbang abstracts dari Amerika Serikat, yang lemah terhadap kekhawatiran pasokan didorong oleh ketegangan Timur Tengah atas Iran dan konflik Suriah.Kontrak utama New York, minyak mentah ablaze candied untuk pengiriman November, ditutup pada datar.
Perhatian broker terpecah antara laporan penjualan ritel AS positif, dan abstracts mengecewakan pada persediaan manufaktur dan bisnis.
Kontrak acuan West Texas Intermediate (WTI) atau ablaze candied turun tipis satu sen dari penutupan Jumat menjadi 91,85 dolar AS per barel.
Pada awal perdagangan harga mencapai titik terendah yakni 89,79 dolar AS. Kemudian pulih pada sesi perdagangan kedua, setelah saham Wall Street naik. Demikian kata Robert Yawgern dari Mizuho Securities.
Pada perdagangan di London, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman November naik 1,18 dolar AS, menjadi 115,80 dolar AS per barel.
Kedua kontrak, Brent dan WTI memulai perdagangan hari ini, setelah China merilis angka perdagangan lebih baik dari perkiraan pada Sabtu, kata Fawad Razaqzada di GFT.
Data AS bervariasi, dengan penjualan ritel menunjukkan lebih baik dari perkiraan, naik 1,1 persen untuk September.
Indeks manufaktur Federal Reserve New York dan persediaan bisnis Departemen Perdagangan untuk Agustus, gagal memenuhi harapan.
"Akibatnya, kedua kontrak berbalik lebih rendah pada abscessed hari, meskipun Brent berhasil berubah kembali positif karena London berakhir," kata Razaqzada.
Di China, konsumen energi terbesar dunia, impor minyak melompat sembilan persen pada September dari Agustus.
Tetapi masih di bawah tingkat setengah pertama tahun, para ahli Commerzbank mencatat.
Ketegangan di kawasan kaya minyak Timur Tengah terus mendukung harga minyak.
Uni Eropa pada Senin memperketat sanksi keuangan dan perdagangan terhadap Iran, bertujuan memaksa dilakukan pembicaraan tentang affairs nuklir Teheran.
Uni Eropa melarang impor gas Iran. Langkah ini menyusul larangan Juli, mengenai impor minyak dari Iran.(Afp/cool)