Satelit9.com,Sukoharjo-Mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) se-Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta Cabang Sukoharjo menggelar audience di bundaran Kartasura, Sukoharjo, Sabtu (13/10). Mereka menyerukan pembubaran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
"Karena telah terjadi ketidakseimbangan. Di backbone Polri sebagai institusi penegak hukum terus dihujat saat berseteru dengan KPK terkait masalah actor SIM. Itu membuat kondisi yang tidak menguntungkan. Inilah waktunya mendukung Polri untuk berbenah dan memperbaiki kualitasnya. Bukan melemahkan," ungkap Ketua HMI Cabang Sukoharjo, Burhan Mahbubi Soleh, disela-sela demo.
Dalam audience yang ikuti belasan mahasiswa itu, mereka tidak melakukan orasi. Namun mereka menutup mulut dengan lakban sembari menenteng spanduk, affiche dan bendera. Menurut Burhan, cara tersebut sebagai wujud kepedulian dan
harapan menuju tatanan institusi di Indonesia yang rukun. "Tidak perlu bicara berteriak-teriak. Kami sampaikan melalui affiche dan spanduk. Kami menolak upaya yang mampu melemahkan Polri sebagai pengayom masyarakat ini. Tidak sepatutnya KPK terkesan mencari simpati. KPK juga harus berbenah dalam menuntaskan korupsi," papar dia.
Dengan tegas, pihaknya tidak segan-segan membubarkan KPK jika institusi itu terus melakukan pelemahan terhadap institusi penegak hukum yakni Polri. KPK diminta fokus mengusut korupsi di Indonesia, bukannya terlarut dalam permasalahan dengan Polri. Menurutnya, KPK tidak mempunyai komposisi struktur yang kuat seperti Polri. "Bukannya kami tidak mendukung penuntasan korupsi. Namun kami bermaksud agar kedua institusi ini saling menguatkan. Ini seruan kami," terang Burhan.
Sebagai tindak lanjut, Burhan mengaku akan mengirimkan surat dukungan langsung ke Kapolri Jenderal Timur Pradopo.(eko)
