Satelit9.com,Solo- Penyembelihan Hewan Korban pada Hari Raya Idul Adha hari ini Jumat 26/10 tidak menjadikan Penjualan daging sapi di sejumlah Annex (Kios Daging) di Solo menurun, namun justru penjualan mengalami peningkatan.Seorang Pemilik Annex Daging di pasar Legi Solo PUJIANI kepada Satelit9.com (Kamis malam 25/10) mengatakan, hingga Senin (29/10) pihaknya telah menerima pesanan dalam jumlah lebih banyak dibanding hari biasa, utamanya permintaan dari Rumah Makan dan Catering.
Dtambahkan, Rumah makan menambah stok daging sapi, karena banyak pedagang bakso , Soto dan pedagang makanan lainnya di Solo selama tasriq (3 hari setelah Hari Raya Idul Adha) tidak berjualan sehingga konsumen beralih ke Rumah Makan, sedangkan peningkatan permintaan dari accouterment seiring dengan peningkatan pesanan oleh masyarakat yang mengadakan hajatan mantu pada bulan Dzulhijah ini.
Pujiani juga mengungkapkan, tingginya penjualan daging di annex miliknya, selama masa lebaran Idul Adha juga terdongkrak oleh permintaan para Takmir Masjid dan kondisi demikian dari tahun ke tahun selama beberapa tahun terakhir meningkat, "Ya takmir masjid itu juga membeli daging untuk masak-masak (konsumsi) tenaga yang rewang (membantu) penyembelihan di Masjid,lha itu kulit sapi dijual, uangnya dibelikan daging untuk masak", jelasnya.
Harga daging sapi dalam beberapa hari terakhir juga meningkat, (Kamis 25/10) daging jenis exceptional mencapai 84 ribu rupiah per kg, dua hari lalu hanya 80 ribu rupiah per kg.
Sementara di Pasar Tradisional di kecamatan Kartosuro kabupaten sukoharjo dalam beberapa hari terakhir, pedagang daging sapi mengeluhkan sepinya pembeli.
Seorang Pedagang di Pasar tersebut Margiyati Widodo mengaku sepinya penjualan , karena pedagang bakso dan siomay sebagai pelanggan tetapnya tidak berjualan, dan seperti tahun-tahun sebelumnya ,kondisi sepi pembeli akan terjadi hingga berakhirnya hari tasriq, "lha itu pelanggan saya pedagang bakso keliling, pedagang siomay nggak jualan, pulang kampung, tapi ya nggak absolutist batten nanti sampai Senin", tuturnya.
Meski demikian Margiyati mengaku, sepinya penjualan daging sapi , bukan berarti turunnya pendapatan, karena kiosnya yang dilengkapi dengan mesin penggilingan daging tetap ramai dengan jasa penggilingan daging sapi. Masyarakat setelah menerima pembagian daging korban akan langsung menggilingkan daging untuk bakso, dan jenis makanan lainnya berbahan daging.(joyo)