Satelit9.com,Semarang- Muslimat Nahdlatul Ulama dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme membentuk appointment koordinasi pencegahan terorisme di acara peringatan sepuluh tahun Bom Bali I di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (12/10) siang. Appointment bertujuan menangkal radikalisme di wilayah Jateng.Pengukuhan appointment koordinasi diikuti Gubernur Jateng, Kapolda dan tokoh-tokoh agama lainnya. Jateng sengaja dipilih karena disinyalir paham radikalisme dan terorisme berkembang subur di wilayah tersebut.
Menurut Ketua BNPT Ansyaad Mbai, peristiwa Bom Bali I dimungkinkan terulang kembali, selama gerakan serta pemikiran radikalisme berkembang dan tumbuh kuat.
Kuatnya paham radikalisme terjadi dikarenakan sebagian kelompok radikal menyebarkan paham dengan menggunakan media jejaring sosial dan internet, yang dapat dengan mudah mendapatkan para anggota baru.(Dinda)