Satelit9.com,Semarang-Pemilihan sosok "Gatotkaca" sebagai Maskot Pemilihan Gubernur 2013 tidak ada kaitannya dengan persoalan kesetaraan gender. Tidak ada kaitan pemilihan 'Gatotkaca' dengan meremehkan kemampuan perempuan untuk menjadi pemimpin.Begitu dikatakan Politikus Partai Amanat Nasional di DPRD Jawa Tengah Wahyudin Noor Aly di Semarang, Jumat (12/10).
Terlebih lagi, menurut dia, pada pilgub mendatang juga belum bisa dipastikan akan ada perempuan yang menjadi kandidat.
Ia menilai, sosok Gatotkaca memang seperti itu adanya, gagah, berkumis, dan sudah ada sejak dahulu.
"Kalau sosok ini dipermasalahkan, apakah harus mengakomodasi kepentingan perempuan dengan memakaikan Gatotkaca kemben," katanya.
Selain itu, lanjut dia, jika sosok tersebut disebutkan mirip dengan Gubernur Bibit Waluyo juga tidak perlu dipersoalkan, karena sosok Gatotkaca lebih dahulu ada.
"Jika dinilai mirip Pak Bibit, apakah kumis Gatotkaca harus dihilangkan," kata mantan anggota Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Brebes ini.
Terpisah, Wakil Gubernur Rustriningsih menilai polemik seputar maskot pilgub tidak perlu dipolitisasi.
Ia mengapresiasi sikap kritis masyarakat terhadap keberadaan maskot pilgub tersebut.
Namun, menurut dia, lebih bijaksana jika energi masyarakat tidak terkuras untuk hal-hal yang kurang substansial menjelang Pilgub 2013.
"Tahapan pilgub baru akan dimulai, jangan sampai energi masyarakat justru terkuras sia-sia," katanya.
Sebelumnya, aktivis perempuan menilai pemilihan sosok "Gatotkaca" sebagai maskot Pemilihan Gubernur Jawa Tengah 2013 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) provinsi tersebut dinilai mengabaikan kepentingan dan kemampuan wanita dalam memimpin.
Bahkan, menurut Koordinator Pusat Sumber Daya Hukum untuk kesetaraan Gender dan Hak Asasi Manusia Semarang Fahrurozi, penggambaran wajah pada maskot tersebut mirip dengan Gubernur Bibit Waluyo yang telah menyatakan akan mencalonkan diri kembali.
"Sosok 'Gatotkaca' di sini merepresentasikan kejantanan dan sosok yang berkuasa," katanya.
Sosok tersebut, kata dia, tidak merepresentasikan perempuan yang dinilai juga memiliki kemampuan untuk memimpin.(ida)