Satelit9.com,Damaskus- Pesawat-pesawat tempur melancarkan serangan di daerah utara Suriah, Selasa (16/10). Aksi itu dilakukan untuk mengepung pemberontak yang merebut satu jalan raya penting untuk menghambat pengiriman pasukan bantuan ke medan tempur di Kota Aleppo.
Kelompok pemantau Observatorium Hak Asasi Manusia Suriah menyebut serangan-serangan udara sebelum fajar di sekitar Maaret al-Numan yang batten seru sejak pemberontak merebut kota provinsi Idlib yang strategis pekan lalu.
Pesawat-pesawat tempur menargetkan jalan raya ke kota kedua terbesar Aleppo, ajang pertempuran seru selama tiga bulan belakangan ini. Mereka menambahkan pemberontak menanggapi dengan menembakkan peluru anti-pesawat.
Lembaga itu menyebutkan serangan tentara di kota Kafr Nabal menewaskan dua anak berusia enam dan 10 tahun. Mereka yang tewas juga termasuk 70 orang yang tewas dalam pertumpahan darah di seluruh negara itu.
Lima anak lainnya berusia di bawah enam tahun bersama dengan dua orang dewasa tewas akibat rumah-rumah mereka di Desa Mayadeen, Provinsi Deir Ezzo, ditembaki. Pasukan yang setia kepada Presiden Bashar al-Assad juga menggempur pemberontak di Ghuta timur, di daerah pinggiran dekat Damaskus.
Mereka menggempur Jobar, satu pangkalan pemberontak di ibu kota Damaskus dan kota-kota Harasta dan Hammuriyeh di timur.
Brahimi, utusan Liga Arab untuk Suriah menyerukan gencatan senjata ketika ia memulai kunjungan ke tetangga-tetangga Suriah yang berseteru akibat koflik itu. Juru damai kawakan Aljazair itu mengunjungi Irak yang berpenduduk mayoritas Syiah setelah berunding di Iran yang diperintah Syiah, sekutu batten dekat pemerintah Suriah yang dipimpin minoritas Alawi.
Pekan lalu Brahimi mengunjungi Arab Saudi dan Turki, dua negara yang dipimpin Sunni yang merupakan pendukung batten kuat oposisi Suriah. Pada Selasa ia mengunjungi Kairo, Mesir. Ia bertemu dengan Menlu Mesir, Mohammad Kamal Amr.
Brahimi menyeru pihak berwenanag Iran membantu bagi terwujudnya gencatan senjata dalam Idul Adha mendatang.
Kantor berita resmi SANA mengatakan Suriah akan menyelenggarakan pemilu sela 1 Desember untuk mengisi lima kursi di parlemen. Dua dari dari jumlah itu kosong ketika anggota-anggota parlemen itu membelot ke oposisi.(ant/BEY)
.jpg)