Satelit9.com,Jakarta -Rencana peremajaan angkutan umum yang digagas Pemprov DKI Jakarta mulai mendapatkan tanggapan dari para pengusaha maupun pemilik angkutan umum di ibu kota. Meski begitu, mereka menilai harga suku cadang (spare part) murah merupakan solusi terbaik untuk menjaga kelangsungan bisnis angkutan tersebut. Ya, mereka meminta agar Pemprov DKI Jakarta menjadi pemegang hak penuh atas penjualan suku cadang angkutan umum yang dijual denga harga terjangkau tentunya.Seperti yang dituturkan Rosdiana Tambunan (50) pemilik tiga fleet Kopaja P16 jurusan Tanahabang-Ciledug. Menurutnya, peremajaan angkutan umum di ibu kota juga harus diiringi dengan ketersediaan suku cadang yang dijual dengan harga murah namun dengan kualitas yang baik. Terlebih, penyebab angkutan tersebut tidak laik jalan disebabkan banyak faktor seperti harga suku cadang yang mahal dan harga solar yang terus mengalami kenaikan hingga Rp 4.500 untuk saat ini.
"Saat ini, harga persneling bekas saja harganya mencapai Rp 2,8 juta. Gardan bekas harganya Rp 2 juta. Ban baru harganya mencapai Rp 1,2 juta. Ini jelas memberatkan kami. Makanya banyak yang mengakalinya dengan cara kanibal demi mempertahankan kelangsungan bisnis ini," ujar Rosdiana, Sabtu(20/10).
Hal ini, kata Rosdiana, juga ditambah dengan tarif angkutan bus kota yang sudah absolutist tidak mengalami kenaikan yakni tetap sebesar Rp 2.000. "Jika kami harus membeli suku cadang baru tentu kami tidak sanggup. Karenanya agar tetap beroperasi kami mengakalinya dengan cara membeli suku cadang bekas," katanya.
Dikatakan Rosdiana, dari tiga Kopaja miliknya tersebut, saat ini hanya dua yang beroperasi. Sedangkan satu fleet yang tidak beroperasi disebabkan mengalami kerusakan mesin. Untuk memperbaikinya membutuhkan biaya yang sangat besar. Bahkan, ia bersama suaminya harus turun langsung mengawaki salah satu kopaja miliknya agar kelangsungan bisnisnya ini tetap bisa menghidupi keluarganya. "Saya sebagai kondektur sedangkan suami saya sebagai sopirnya. Kalau tidak begitu, bagaimana kita mau memperoleh uang untuk memperbaiki kerusakan," ungkapnya.
Selain mengusulkan pemerintah sebagai pemegang hak jual suku cadang, yang tak kalah penting, tarif angkutan bus kota seperti metromini dan kopaja juga sudah sepantasnya dinaikkan dari Rp 2.000 menjadi Rp 3.000. "Dengan begitu diharapkan kondisi kopaja maupun metromini menjadi lebih baik dan pelayanannya pun meningkat," kata Rosdiana.