• Jelajahi

    Copyright © Informasi Tanpa Batas
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Top Ads

    Iklan 300x250

    728x90 AdSpace

    Kritisi Transparansi Keuangan MA,Lumbuun Diteror Kolega di MA

    Last Updated 2012-10-27T00:41:47Z


    Satelit9.com,Jakarta- Hakim agung Gayus Lumbuun mengaku diteror oleh kolega setelah mengkritisi transparansi keuangan Mahkamah Agung (MA). "Dia bahkan mengatakan akan menjatuhkan sanksi kepada saya jika tetap membicarakan transparansi di MA," ungkap Gayus di Jakarta, Jumat malam(26/10).
    Sebelumnya Gayus menuding ketidaktransparanan MA dalam penggunaan dana yang menyebabkan layanan hakim agung dinomorduakan dan kalah dibandingkan PNS eselon I di MA. Kekesalan Gayus semakin menjadi ketika dalam perjalanan dinas hakim agung ditaruh di kelas ekonomi, sedangkan PNS eselon II yang duduk di kelas bisnis.
    Namun Sekretaris MA Nurhadi membantah ketidaktransparanan tersebut. Ia menantang Gayus untuk membuktikan ucapannya. "Saya enggak pernah takut sama siapa pun, karena saya clean. Saya jamin satu rupiah pun saya tidak punya pikiran untuk main-main terutama dalam anggaran. Kalau eselon I ketahuan sama saya, saya amputasi," tegas Nurhadi.
    Menurut Gayus, dengan ancaman yang dilontarkan tersebut menunjukkan hakim agung juga melindungi aksi yang dilakukan Sekretaris MA. Apalagi, tambah Gayus, Nurhadi disebutkan sudah mendatangi ruangannya dengan tujuan melabrak dirinya. "Begitu kuatnya seorang eselon I MA sampai-sampai berani bertindak kasar ke hakim agung," ujarnya.
    Gayus menuturkan, ancaman terhadap hakim agung ini bukan hanya menimpa dirinya, melainkan hakim agung lain. "Ada hakim agung yang didatangi dan dibilang, jadi hakim agung jangan banyak omong. Kalau banyak omong akan saya pindahkan ke ruang yang lama. Kan sekarang sudah ada ruang baru dan ada makan siang," ungkapnya.
    Gayus mengaku hanya meminta transparansi di lingkungan MA. Sebab, selama ini dirinya mendapatkan kesan jika MA sangat tertutup kepada publik. "Dapat dibayangkan akan seperti apa keadaan lembaga MA sebagai lembaga peradilan pemutus perkara tingkat terakhir," tuturnya.(cool)
    Komentar
    • Kritisi Transparansi Keuangan MA,Lumbuun Diteror Kolega di MA

    Terkini

    Topic Popular