• Jelajahi

    Copyright © Informasi Tanpa Batas
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Top Ads

    Iklan 300x250

    728x90 AdSpace

    Menunggu Janji Gubernur Baru DKI

    Last Updated 2012-10-15T21:22:24Z


    Satelit9.com-HARAPAN yang membuncah dan menunggu realisasi. Itulah yang kini bersemayam di benak dan hati setiap warga Jakarta atas dilantiknya Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama sebagai gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta periode 2012-2017, Senin (15/10/2012), oleh Mendagri Gamawan Fauzi.
    -Wajar jika penduduk Jakarta berharap karena selama lima tahun Fauzi Bowo-Prijanto berkuasa sebagai DKI 1 dan 2, tak banyak perubahan yang mereka rasakan. Macet dan banjir yang diwariskan Sutiyoso masih mereka alami, karena selesainya pembangunan Kanal Banjir Timur (KBT) hanya membebaskan banjir yang dialami warga di sekitar kanal yang dibuat dari kawasan Kebon Nanas, Jakarta Timur, hingga Marunda, Jakarta Utara, itu.
    Selain kedua hal tersebut, meski Fauzi Bowo selalu menggembar-gemborkan sekolah chargeless untuk tingkat SD dan SMP, serta chargeless biaya pengobatan bagi warga miskin di rumah sakit-rumah sakit pemerintah dan swasta, ternyata keduanya lebih banyak hanya omong kosong karena di banyak sekolah masih terdapat pungutan, dan rumah sakit kerap menolak merawat warga miskin dengan alasan ruang perawatan kelas tiga telah penuh.
    Anggota DPRD DKI Jakarta, Prya Ramadhani, pernah mengatakan bahwa Fauzi Bowo sebenarnya memiliki program-program yang bagus, namun sayang implementasinya "telat dilaksanakan para pejabatnya", sehingga manfaat affairs itu hingga menjelang Foke, panggilan akrab Fauzi Bowo, lengser, manfaat program-program itu tak terasakan secara nyata oleh warga Jakarta.
    Foke, menurut pengamat kebijakan publik Amir Hamzah, adalah pribadi yang baik, pribadi yang tak suka menempuh "jalan hitam", namun ia juga manusia biasa yang tak luput dari kekurangan. Pertikaiannya dengan Prijanto yang membuat wakilnya itu mundur dari jabatan wagub dan menulis dua buku yang isinya memojokkan pria berkumis tersebut, adalah salah satu kelemahannya.
    Maka, kemampuan Jokowi mengelola Kota Solo sehingga warganya pun bersuka cita atas kemenangannya di Jakarta, dapat menjadi modal yang baik karena mencerminkan bahwa ia adalah pemimpin yang tahu bagaimana seharusnya bertindak sebagai seorang pemegang kendali sebuah wilayah, dan dicitai masyarakatnya.
    Pernyataan Jokowi dalam wawancara dengan Tv Swasta usai dilantik, bahwa ia akan mengubah pola manajemen satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di Jakarta, juga dapat dijadikan sandaran untuk berharap, karena dengan mengubah pola manajemen SKPD, mungkin saja Jokowi-Basuki takkan mengalami seperti yang dialami Foke, yang oleh Prya Ramadhani diuraikan dengan kalimat; "Meski Foke memiliki banyak affairs yang bagus, namun sayang implementasinya telat dilaksanakan para pejabatnya". Karena dengan jiwa kepemimpinan yang dimiliki, Jokowi akan dapat "menaklukkan" para pejabat bengal dan mbalelo di DKI.
    Komentar
    • Menunggu Janji Gubernur Baru DKI

    Terkini

    Topic Popular