Satelit9.com,Khartoum- Kebakaran terjadi lagi di sebuah pabrik senjata di Kahrtoum, Sudan, Senin (29/10) malam. Pemerintah Sudan pekan lalu menuding kebakaran akibat serangan rudal Israel."Tidak ada serangan baru namun api berkobar lagi. Kebakaran mulai terjadi di sejumlah tempat yang tidak ditangani oleh petugas pemadam sebelumnya," kata juru bicara militer Sawarmi Khaled Saad, seperti dikutip Kantor Berita Sudan SUNA.
Penduduk di daerah itu mengatakan kepada AFP, mereka melihat asap di atas fasilitas Yarmouk di daerah selatan Khartoum, ibu kota Sudan.
Ledakan dan kebakaran terjadi di kompleks Yarmouk itu pada Selasa tengah malam setelah sejumlah orang di daerah tersebut melihat sebuah pesawat atau rudal.
Pemerintah Sudan yang menyalahkan Israel atas insiden itu, mengatakan, empat pesawat anti-radar menyerang pabrik yang membuat "senjata tradisional" itu.
Media resmi mengatakan bahwa empat orang tewas, sementara pemerintah sebelumnya menyebutkan angka kematian dua orang.
Sudan menuduh Israel melancarkan serangan serupa 18 bulan lalu di kawasan pantai Laut Merah-nya.
Para pejabat Israel mengungkapkan kekhawatiran mengenai penyelundupan senjata melalui Sudan dan telah absolutist menuduh Khartoum bertindak sebagai pangkalan dukungan bagi para pejuang gerakan Hamas yang menguasai Jalur Gaza.
Israel menolak berkomentar mengenai tuduhan-tuduhan Khartoum itu.
Namun, seorang pejabat tinggi pertahanan Israel, Amos Gilad, mengatakan pekan lalu, Sudan menjadi rute pengiriman senjata Iran kepada pejuang Hamas dan Jihad Islam, melalui Mesir.
Sabtu, sebuah kelompok pemantau nirlaba yang berbasis di AS mengatakan, lubang-lubang di lokasi ledakan di pabrik senjata itu sesuai dengan jenis kerusakan yang ditimbulkan oleh serangan amunisi dari udara.
Organisasi Satellite Sentinel Project yang dipelopori bintang Hollywood George Clooney mengatakan, gambar satelit menunjukkan ada enam lubang besar, masih-masing dengan lebar sekitar 16 meter, di pabrik Yarmouk itu.(AFP/ZY)