Satelit9.com,Yangon- Kementerian Luar Negeri Iran menyampaikan keprihatinan yang mendalam sehubungan dengan kembali meletusnya konflik antar-kelompok etnik di Myanmar.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Ramin Mehmanparast menegaskan, perlunya penyelesaian dasar bagi konflik etnik di Myanmar dan menyerukan penyelesaian cepat masalah tersebut. Ia juga menyerukan perlindungan dasar bagi umat Muslim di negeri itu oleh pemerintah.
Menurut laporan Departemen Media Kementerian Luar Negeri pada Sabtu malam (27/10), Mehmanparast menambahkan Republik Islam Iran siap membantu pemerintah Myanmar guna secara mendasar menyelesaikan konflik etnik dan agama di negeri tersebut.
Juru bicara itu menyampaikan harapan bahwa tindakan pemerintah Myanmar dapat mengembalikan kedamaian yang langgeng dan hidup berdampingan antara umat Muslim dan masyarakat Buddha di Myanmar, serta terwujudkan kedamaian di wilayah tersebut.
Kantor Presiden Myanmar telah mengeluarkan pernyataan yang berisi peringatan bahwa dalang konflik sektarian di Rakhine akan diseret ke pengadilan.
Sejak kerusuhan sektarian meletus di Negara Bagian Rakhine pada Mei-Juni, pemerintah telah memberlakukan larangan keluar rumah di enam kotapraja yang dilanda kerusuhan dan belakangan mengumumkan keadaan darurat di Negara Bagian Rakhine.
Pemerintah, militer dan pasukan polisi Myanmar, melalui kerja sama dengan warga setempat, telah melakukan tindakan guna memulihkan peraturan dan kedamaian masyarakat di negara bagian tersebut.
Kerusuhan itu juga mengakibatkan lebih dari 1.900 rumah dan delapan gedung keagamaan hancur akibat pembakaran. Sejumlah orang kehilangan tempat tinggal.
Selama kerusuhan pada Mei-Juni, sebanyak 67 orang tewas, 54 orang cedera dan lebih dari 61.462 orang jadi korban. Pemerintah Myanmar membentuk komisi pada 17 Agustus untuk menyelidiki penyebab konflik di Negara Bagian Rakhine tersebut. (Wrt3)
.jpg)