Satelit9.com,Jakarta-Untuk mengatasi air Kali Ciliwung yang kerap meluap saat hujan, Pemprov DKI berencana menyodet Kali Ciliwung dengan membuat saluran air penghubung bawah tanah menuju Kanal Banjir Timur (KBT). Dengan pembuatan saluran penghubung tersebut, air kali yang biasanya meluap ke pemukiman langsung ditampung ke KBT.
Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Jakarta Timur, Andriyansyah mengatakan, pembuatan saluran air penghubung ini, sudah dalam tahap perencanaan dan diharapkan direalisasikan bertahap mulai tahun 2013 mendatang. Menurutnya, rencana penyodetan Kali Ciliwung dengan sifon ini telah masuk dalam tahap perencanaan dan sudah dibicarakan di tingkat kota dan tingkat provinsi.
"Dalam tahap perencanaan itu, dipastikan ada beberapa pipa saluran air yang dipasang untuk menghubungkan Kali Ciliwung dengan KBT. Diameter pipa saluran airnya sekitar 8 meter," kata Andri, Selasa (30/10).
Ia menjelaskan, pada tahap awal saluran air bawah tanah akan ditanam di kawasan Bidaracina melintas di bawah Jalan Otista III, yang menghubungkan ke Kali Cipinang untuk dialirkan ke KBT. Untuk mengalirkannya dibutuhkan alat pompa agar air Kali Ciliwung dapat ditarik menuju KBT. Pompa ini dibutuhkan mengingat letak permukaan Kali Ciliwung lebih rendah dari KBT. "Untuk pelaksanaan teknisnya ada di tingkat Kementerian PU," jelasnya.
Ia menambahkan, pembuatan saluran penghubung ini cukup mendesak, karena banjir masih kerap terjadi di sejumlah wilayah di Jakarta Timur. "Jika Kali Ciliwung sudah dihubungkan ke KBT diharapkan banjir kiriman di kawasan Kampungpulo, Kampungmelayu dan Bukitduri, Tebet tidak akan terjadi lagi," harapnya.
Diungkapkan Andri, pembuatan sifon di bawah tanah sengaja dilakukan mengingat pembangunan saluran di atas permukaan tanah memerlukan lahan baru dan perlu dilakukan pembebasan lahan. "Kawasan Bidara Cina dan Otista III serta sekitarnya merupakan kawasan padat penduduk. Jadi sangat sulit membuat saluran di atas permukaan jalan," ucapnya.(adi)
