Satelit9.com,Jakarta- Perwakilan Organisasi Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) mendatangi Mabes Polri, Jumat (19/10). Mereka meminta klarifikasi soal JAT yang disebut-sebut terlibat pembunuhan dua polisi di Poso, Sulawesi Tengah, beberapa waktu lalu.
"Kami tidak akan berunjuk rasa, tidak ada aksi-aksi seperti itu. Kami kira-kira berdelapan ingin bersilaturahmi, meminta klarifikasi polisi karena JAT disebut-sebut terlibat pembunuhan polisi di Poso," kata Juru Bicara JAT, Sonhadi, saat dihubungi, Jumat.
Sebelum ke Mabes Polri, perwakilan organisasi pimpinan Abu Bakar Ba'asyir itu juga menyambangi kantor Badan Intelijen Negara, Pejaten, Jakarta Selatan, untuk tujuan yang sama. BIN sebelumnya mengatakan pelaku pembunuhan dua polisi diduga kuat anggota JAT.
Dua polisi hilang saat mengumpulkan informasi kasus terorisme di Desa Tamanjeka, Desa Masani, Poso, Sulawesi Tengah, 8 Oktober 2012. Keduanya baru ditemukan delapan hari kemudian dalam kondisi tewas. Mereka dikubur dalam satu lubang sempit di areal hutan. Di bagian leher keduanya terdapat luka gorok senjata tajam.
Kepolisian menyatakan lokasi itu pernah dijadikan tempat pelatihan militer kelompok teror. Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri juga pernah melakukan penangkapan di kawasan hutan tersebut. Diduga, Laskar JAT berdiam di wilayah itu di bawah pimpinan Santoso, buronan kasus terorisme batten dicari.
Tapi hal itu dibantah Sonhadi. "Kami dalam JAT tidak ada istilah Laskar, dan kami tidak mengenal Santoso," katanya. Sonhadi juga menyatakan keberatan karena JAT sering dikait-kaitkan dengan berbagai kasus terorisme.(IKA)
.jpg)