Satelit9.com,Pacitan- Puluhan ekor ayam milik sejumlah warga di Kecamatan Nawangan, Kabupaten Pacitan, mati mendadak dalam sepekan terakhir. Hal tersebut diduga akibat adanya virus flu burung yang pernah menghebohkan beberapa tahun yang lalu.
Salah satu warga Desa Jetis Lor, Kecamatan Nawangan, Zaenal Abidin, mengatakan Kepada satelit9.com, ayam peliharannya selama satu minggu ini sudah ada puluhan yang mati mendadak. Padahal saat pagi ayam peliharaannya masih aktif namun saat abscessed sudah mati.
"Kalau ditotal jumlah ayam saya yang mati ada 60 lebih. Jadi gak ada tanda-tanda kalau sakit wong pas pagi kondisinya sehat tapi pas abscessed tahu-tahu sudah mati.Dan tanda-tanda ini mirip seperti virus flu burung yang dulu pernah ada," ujarnya, Senin malam(8/10/2012).
Zaenal menambahkan, ayam miliknya yang mati tersebut tidak memandang usia ada yang masih kecil dan berusia baru beberapa hari ada juga yang sudah dewasa.Bahkan, Zaenal pernah mengubur tujuh ekor ayam miliknya yang mati hanya dalam waktu semalam.
"Dulu ayam yang mati saya bakar dulu sebelum saya kubur. Namun karena banyaknya saua sudah "gak tlaten" ya langsung saya kubur saja. Soalnya matinya itu "tartir" (sedikit-sedikit) jadi kalau harus bakar dulu udah capek," ucapnya.
Pada ayam yang mati sendiri ditemukan sejumlah tanda-tanda. Seperti perubahan warna pial. Dari merah menjadi kebiru-biruan. Selain itu di bagian kepala terlihat seperti membengkak. Kini, Zenal berharap agar dinas terkait segera turun tangan mengatasinya.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan Dinas Tanaman Pangan Dan Peternakan Kabup[aten Pacitan, Haryono mengaku belum mendapat laporan terkait hal itu. Namun ia memastikan matinya ayam-ayam peliharaan warga bukan karena serangan virus H5N1.
"Itu bukan flu burung hanya tetelo biasa. Penyakit ini sering muncul ke hewan jenis unggas pada masa pancaroba seperti sekarang. Dan gejala-gejalanya klinisnya mirip flu burung. Seperti kematian yang terjadi secara mendadak," kata dia.
Haryono mengungkapkan untuk mengatasi serangan penyakit itu ternak harus divaksin ND. Tetapi sayangnya pihak Distanak saat ini tak memiliki obat-obatan itu. Yang tersedia hanya vaksin untuk menghadapi serangan flu burung.(Wtr4)
.jpg)