Satelit9.com,London - Aksi rasisme yang ditujukan pada pemain muda Inggris, Danny Rose, sampai mengundang Perdana Menteri Inggris ikut berkomentar. David Cameron meminta UEFA menjatuhkan hukuman berat untuk Serbia.
Ingris memetik kemenangan 1-0 saat melawat ke Serbia di Kualifikasi Piala Eropa U-21. Kemenangan dalam laga tersebut meloloskan The Three Lions ke putaran final yang dilangsungkan tahun depan di Israel.
Usai laga, kericuhan antara pemain sempat terjadi, selain itu penonton tuan rumah kemudian melakukan ejekan bernada rasisme pada pemain Inggris, Danny Rose. Dalam pernyataannya kemudian, kubu Serbia menyatakan menolak minta maaf dan menganggap tidak ada aksi rasisme dalam pertandingan tersebut.
Kecewa dengan serangkaian kejadian tersebut, Perdana Menteri Inggris, David Cameron sampai ikut berkomentar. Melalui juru bicaranya, dia mendukung upaya yang dilakukan FA agar kasus tersebut dilaporkan ke UEFA dan menuntut dijatuhkannya hukuman berat untuk Serbia.
"Perdana Menteri jelas menyadari keadaan ini. Dia terkejut dengan apa yang kita telah lihat di Serbia dan kami bertekad menghapuskan rasisme secara internasional, sementara di Inggris kami memberikan dukungan pada FA yang memptotes kejadian tersebut," demikian pernyataan Cameron melalui juru bicaranya.
"Hugh Robertson (menteri olahraga) telah mengirimi UEFA surat dan mendesak mereka untuk melakukan investigasi pada persoalan ini. Kami mengharapkan jatuhnya sanksi berat, jika memang ingin menghapuskan rasisme dari sepakbola," lanjut pernyataan itu.
Serbia punya catatan panjang terkait kasus rasisme di sepakbola. Negara tersebut sempat dipaksa menjalani laga Kualifikasi Piala Eropa 2012 di stadion tanpa penonton menyusul kerusuhan dan batalnya pertandingan menghadapi Italia di tahun 2010 lalu.
"Tidak cukup hanya menjatuhkan denda karena itu sudah pernah dilakukan sebelumnya, tak cukup hanya dengan membuat orang-orang berjabat tangan dan kemudian melupakannya. Kita butuh sanksi yang sesuai," tuntas Cameron.(TII)
