Satelit9.com,Karanganyar- Kapolres Karanganyar Nazirwan Aji Wibowo akan mengumpulkan pemua agama, pemimpin pondok pesantren dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat untuk berdialog terkati aksi perusakan rumah ibadah milik Purwadi di Bejen Karanganyar yang dituding mengajarkan aliran sesat."Pertemuan akan digelar Senin (29/10/2012) di Kantor Kemenag untuk mencari solusi terbaik. Kami sudah mengirimkan undangan ke semua elemen itu. Mereka akan ditemukan langsung dengan Purwadi dan juga Minadi Mursid selaku pimpinan pusat kajian yang tinggal di Mojolaban, Sukoharjo. Intinya aksi capital hakim sendiri seperti kemarin tidak boleh lagi terjadi," tegas Kapolres, Minggu siang(28/10/2012).
Menurut kapolres, dalam pertemuan nanti diharapkan ada titik temu dan kejelasan mengenai tudingan aliran sesat itu. Bahkan para ulama dan ahli agama akan mengkaji lebih dalam soal syariat serta diharapkan diterima semua pihak.
"Kalau sudah duduk satu meja, semua permasalahan harus bisa diselesaikan. Kalau memang nantinya ditetapkan sebagai aliran sesat, tentunya tidak boleh menjalankan aktivitas lagi,"tandasnya(ari)