Satelit9.com,Wonosari- Kabupaten Gunungkidul memiliki pantai yang panjangnya mencapai kurang lebih 70 kilometer, namun hingga sekarang kabupetan ini belum memiliki alat deteksi bencana tsunami. Sebenarnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) juga sudah mengajukan usulan kepada berbagai pihak, akan tetapi hingga sekarang belum ada yang memberikan bantuan alat deteksi tsunami.
“Alat deteksi tsunami memang cukup penting, mengingat Gunungkidul memiliki pantai yang sangat panjang,” kata Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Budiharjo SH MH di Wonosari, Minggu (7/10).
Terkait datangnya musim penghujan, BPBD juga sudah melakukan langkah-langkah persiapan, termasuk membentuk desa tangguh, dimana desa ini akan memiliki kemampuan dalam penanganan resiko bencana longsor, termasuk melakukan evakuasi dan berbagai hal. “Bagi masyarakat yang berada di pemukiman rawan longsor, juga sudah dilakukan sosialisasi agar meningkatkan kewaspadaan,” imbuhnya.(ida)
“Alat deteksi tsunami memang cukup penting, mengingat Gunungkidul memiliki pantai yang sangat panjang,” kata Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Budiharjo SH MH di Wonosari, Minggu (7/10).
Terkait datangnya musim penghujan, BPBD juga sudah melakukan langkah-langkah persiapan, termasuk membentuk desa tangguh, dimana desa ini akan memiliki kemampuan dalam penanganan resiko bencana longsor, termasuk melakukan evakuasi dan berbagai hal. “Bagi masyarakat yang berada di pemukiman rawan longsor, juga sudah dilakukan sosialisasi agar meningkatkan kewaspadaan,” imbuhnya.(ida)
