Satelit9.com,Pasuruan -Dyet Mark, warga negara Belgia menjadi korban perampokan di Pasuruan, Senin (29/10/2012), sekitar pukul 16.30 WIB. Peristiwa terjadi di Jl A Yani, sebelah barat perempatan Gading sekitar100 beat dari markas Yonzipur 10 Kota Pasuruan.
Dyet Mark adalah Dirut PT Omega Mas, yang berlokasi di Desa Cengkrong, Kecamatan Pasrepan. Ia terluka di bagian leher dan pinggangnya akibat tembakan senjata api. Sementara sopirnya, Sariadi terluka di bagian telapak kaki kanannya yang juga tertembus peluru. Pelaku diperkirakan tiga orang.
Menurut seorang pengamen yang mangkal di perempatan tersebut, kejadian perampokan tersebut berjalan cepat. Tiba-tiba saja terlihat dua orang pelaku terlibat tarik menarik tas dengan sopir dan WNA tersebut. Karena tas
milik WNA tersebut tidak berhasil dirampas, salah satu pelaku kemudian melepaskan tembakan ke arah dua orang pegawai PT Omega Mas tersebut.
Menurut sopir, Sariadi, setelah keluar dari areal pabrik ia mengantarkan sang bos ke BCA di jalan raya SoekarnoHata kota Pasuruan. Tidak sampai 5menit di BCA, mereka yang mengendarai Toyota Inova N 572 VH warna hitam lalu
melanjutkan perjalanan menuju Surabaya. Sesampainya di perempatan Gading, ia diberitahu pengguna jalan bahwa ban belakang sebelah kiri gembos. Sariadi lalu berusaha menepikan mobil yang dikendarai untuk mengganti ban yang gembos.
Setelah beberapa saat akan melepas ban yang gembos, Sariadi melihat bos nya sudah dikeroyok oleh dua
orang pelaku yang berusaha merebut tasnya. Sariadi lalu berusaha membantu juragannya dengan bersenjatakan kunci
ban yang ia bawa, namun pelaku yang mengendarai Yamaha Byson N 30xx tersebut melepaskan tembakan ke arah mereka.
Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut lalu berusaha membantu dengan melempari pelaku dengan batu. Merasa kewalahan pelaku lalu lari ke arah barat dengan meninggalkan sepeda motor mereka. Ternyata seorang rekan mereka yang lain telah bersiap lari dengan sepeda motor lainnya. Akhirnya ketiga pelaku berhasil melarikan diri kearah barat.
Kedua korban yang terluka dibawa ke klinik terdekat, sebelum dirujuk ke RS Surabaya karena ada proyektil yang bersarang di luka kedua korban.S aat Surya mencoba konfirmasi terkait senjata api jenis apa yang dipakai oleh pelaku kepada beberapa petugas TNI yang berada dilokasi, para petugas mengatakan besar kemungkinan senjata yang
digunakan adalah air bendable gun, karena apabila senjata api yang asli maka luka kedua korban bisa dipastikan lebih parah.
Sementara itu petugas kepolisian dari Polres Pasuruan kota saat ini sedang menyelidiki kejadian tersebut.(woco)