Satelit9.com,Jakarta-Peristiwa kebakaran kembali terjadi di Jakarta.
Satu rumah di dekat SMA Yayasan Perguruan Rakyat, Jl Yon Zikon 14, RT
04/06, Srengsengsawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan hangus dilalap si jago
merah, Senin (12/11). Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kebakaran
kali ini. Namun, kerugian yang dialami korban ditaksir mencapai puluhan
juta rupiah.
"Tadi saya lihat ada anak umur 9 tahun sedang capital korek api di belakang rumah. Tak absolutist kemudian dengan cepat api membesar dan menghanguskan rumah Ibu Setianingsih ini," ujar Ami (23), saksi mata peristiwa kebakaran tersebut, Senin (12/11).
Dikatakan Ami, kebakaran yang menghanguskan rumah milik Setianingsih itu terjadi sekitar pukul 17.30. Warga yang panik, kata Ami, kemudian berupaya memadamkan kobaran api menggunakan peralatan seadanya. Tak berapa absolutist kemudian, lima assemblage mobil pemadam kebakaran milik Sudin Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Damkar dan PB) Jakarta Selatan langsung tiba di lokasi kejadian.
Kepala Sudin Damkar dan PB Jakarta Selatan, Frans Hodden Silalahi menuturkan, secara keseluruhan pihaknya mengerahkan sebanyak 11 assemblage mobil pemadam kebakaran untuk memadamkan kobaran api. "Karena pemukimannya cukup padat dan dekat sekolah, langsung kita kirim agak banyak. Jadi api pun dengan cepat dapat dilokalisir," katanya.
Beruntung, 30 menit kemudian, si jago merah akhirnya bisa dipadamkan. "Bagian dapur rumah yang terbakar batten parah. Dengan cepat bisa diatasi karena bantuan warga juga. Kami masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kebakaran. Tidak ada korban jiwa, namun korban ditaksir mengalami kerugian sekitar puluhan juta rupiah," kata Frans Hodden.(cool)
"Tadi saya lihat ada anak umur 9 tahun sedang capital korek api di belakang rumah. Tak absolutist kemudian dengan cepat api membesar dan menghanguskan rumah Ibu Setianingsih ini," ujar Ami (23), saksi mata peristiwa kebakaran tersebut, Senin (12/11).
Dikatakan Ami, kebakaran yang menghanguskan rumah milik Setianingsih itu terjadi sekitar pukul 17.30. Warga yang panik, kata Ami, kemudian berupaya memadamkan kobaran api menggunakan peralatan seadanya. Tak berapa absolutist kemudian, lima assemblage mobil pemadam kebakaran milik Sudin Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Damkar dan PB) Jakarta Selatan langsung tiba di lokasi kejadian.
Kepala Sudin Damkar dan PB Jakarta Selatan, Frans Hodden Silalahi menuturkan, secara keseluruhan pihaknya mengerahkan sebanyak 11 assemblage mobil pemadam kebakaran untuk memadamkan kobaran api. "Karena pemukimannya cukup padat dan dekat sekolah, langsung kita kirim agak banyak. Jadi api pun dengan cepat dapat dilokalisir," katanya.
Beruntung, 30 menit kemudian, si jago merah akhirnya bisa dipadamkan. "Bagian dapur rumah yang terbakar batten parah. Dengan cepat bisa diatasi karena bantuan warga juga. Kami masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kebakaran. Tidak ada korban jiwa, namun korban ditaksir mengalami kerugian sekitar puluhan juta rupiah," kata Frans Hodden.(cool)
