Satelit9.com,Cilacap- Hingga Sabtu (24/11) dini hari, ribuan rumah di
Cilacap, Jawa Tengah, masih tergenang banjir. Ratusan korban pun
bertahan di posko pengungsian.
Sebagian besar pengungsi adalah lanjut usia, kaum ibu serta balita. Mereka hanya membawa pakaian seadanya tanpa sempat membawa cukup perbekalan.Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan, banjir dan tanah longsor di Cilacap, Jawa Tengah, merengut satu korban jiwa, dan merendam 1.000 rumah penduduk.
Hal itu diungkapkan Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas (Kapusdatin) BNPB Sutopo Purwo Nugroho, di Jakarta, Jumat (23/11). Dijelaskan, kejadian itu akibat hujan sejak pagi hingga malam hari, pada Kamis (22/11).
Menurut Sutopo, sekitar pukul 19.00 WIB, beberapa Kecamatan di wilayah Cilacap Barat, yakni Gandrungmangu, Sidareja, Kedung Reja, Bantarsari, Cipari dan Majenang, mulai digenangi banjir dan mengalami tanah longsor.
"Akibatnya, 10 rumah tertimpa longsoran, 2 roboh, 8 rusak ringan, dan sekitar 1.000 rumah tergenang," ungkap Sutopo.
Menurutnya, akibat banjir yang merendam rumah, warga terpaksa mengungsi dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah setempat masih melakukan pendataan untuk mengetahui jumlahnya.
Korban tewas, Wahyu, 16 tahun, tinggal di RT 1/14, Desa Ujungbarang, Kecamatan Majenang, akibat tertimpa longsoran. Korban ditemukan di bawah longsoran dalam kondisi tak bernyawa.
Untuk menanggulangi dampak bencana tersebut, BPBD Cilacap sudah berada di lokasi kejadian sejak semalam untuk memberikan bantuan darurat. Posko tanggap darurat, dapur umum, dan kesehatan sudah didirikan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Cilacap memprediksi, hujan masih akan mengguyur hingga akhir November mendatang. Sementara itu sejumlah relawan tanggap bencana sudah bersiaga dan siap mengevakuasi warga yang rumahnya terkena banjir..(ida)