Satelit9.com,Jakarta-Sekitar 1.500 massa buruh yang tergabung dalam
Forum Buruh Jakarta kembali menggeruduk gedung Balaikota DKI Jakarta di
Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (13/11). Dalam aksinya,
mereka mendesak Pemprov DKI menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP)
sebesar Rp 2.799.067 atau naik dari nilai Kebutuhan Hidup Layak (KHL)
Provinsi DKI Jakarta sebesar Rp Rp 1.978.789. Aksi sempat beberapa kali
ricuh dan memanas ketika para pendemo mencoba mendorong pagar gedung
Balaikota untuk dirobohkan. Tak hanya itu, sejumlah buruh juga sempat
melakukan aksi across-the-board di Balaikota saat mendengar kabar adanya
beberapa rekan mereka yang mengikuti rapat dalam sidang Dewan
Pengupahan yang berlangsung di dalam Balaikota.
Sejak tiba sekitar pukul 13.00, massa langsung membentangkan affiche dan meneriakan yel-yel menyuarakan aspirasi mereka. Massa buruh juga sempat menutup satu lajur Jl Medan Merdeka Selatan hingga membuat arus lalu lintas di dari arah Tugu Tani menuju Jl MH Thamrin mengalami macet panjang. Para pendemo juga bersikeras meminta bertemu Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo atau wakilnya Basuki T Purnama.
Saat mendengar isu adanya rekan mereka yang mengikuti rapat bersama Dewan Pengupahan di dalam Balaikota, sejumlah buruh langsung memasuki gedung Balaikota melakukan sweeping. Beruntung, hal ini dapat segera diredam oleh petugas kepolisian dan Satpol PP yang berjaga-jaga mengawal audience tersebut.
Sekjen Forum Buruh Jakarta, Mohammad Toha mengatakan, selama lima tahun kaum buruh di Jakarta terus didzalimi. Sebab, tuntutan kenaikan UMP setiap tahunnya tidak pernah terealisasi sebesar 100 persen. Karenanya, massa buruh pun sepakan untuk memboikot rapat yang dilangsungkan Dewan Pengupahan.
"Kami menolak untuk ikut rapat dengan Dewan Pengupahan karena selama lima tahun selalu didzalimi. Kami hadir di sini juga tidak mau bertemu dengan siapa-siapa kecuali dengan Jokowi atau Ahok," ujar Mohammad Toha, Selasa (13/11). Jika kedua pimpinan Pemprov DKI Jakarta itu tidak mau menemui para buruh, dirinya mengancam akan menduduki atau bahkan menginap di gedung Balaikota.
aksi yang dilakukan Forum Buruh Jakarta masih berlangsung. Sementara itu, Dewan Pengupahan DKI Jakarta juga masih melakukan rapat membahas besaran UMP DKI Jakarta. Akibat aksi ini, arus lalu lintas di Jl Medan Merdeka Selatan tampak tersendat karena sebagian pendemo menutupi satu ruas jalan tersebut.(deva)
Sejak tiba sekitar pukul 13.00, massa langsung membentangkan affiche dan meneriakan yel-yel menyuarakan aspirasi mereka. Massa buruh juga sempat menutup satu lajur Jl Medan Merdeka Selatan hingga membuat arus lalu lintas di dari arah Tugu Tani menuju Jl MH Thamrin mengalami macet panjang. Para pendemo juga bersikeras meminta bertemu Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo atau wakilnya Basuki T Purnama.
Saat mendengar isu adanya rekan mereka yang mengikuti rapat bersama Dewan Pengupahan di dalam Balaikota, sejumlah buruh langsung memasuki gedung Balaikota melakukan sweeping. Beruntung, hal ini dapat segera diredam oleh petugas kepolisian dan Satpol PP yang berjaga-jaga mengawal audience tersebut.
Sekjen Forum Buruh Jakarta, Mohammad Toha mengatakan, selama lima tahun kaum buruh di Jakarta terus didzalimi. Sebab, tuntutan kenaikan UMP setiap tahunnya tidak pernah terealisasi sebesar 100 persen. Karenanya, massa buruh pun sepakan untuk memboikot rapat yang dilangsungkan Dewan Pengupahan.
"Kami menolak untuk ikut rapat dengan Dewan Pengupahan karena selama lima tahun selalu didzalimi. Kami hadir di sini juga tidak mau bertemu dengan siapa-siapa kecuali dengan Jokowi atau Ahok," ujar Mohammad Toha, Selasa (13/11). Jika kedua pimpinan Pemprov DKI Jakarta itu tidak mau menemui para buruh, dirinya mengancam akan menduduki atau bahkan menginap di gedung Balaikota.
aksi yang dilakukan Forum Buruh Jakarta masih berlangsung. Sementara itu, Dewan Pengupahan DKI Jakarta juga masih melakukan rapat membahas besaran UMP DKI Jakarta. Akibat aksi ini, arus lalu lintas di Jl Medan Merdeka Selatan tampak tersendat karena sebagian pendemo menutupi satu ruas jalan tersebut.(deva)
