• Jelajahi

    Copyright © Informasi Tanpa Batas
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Top Ads

    Iklan 300x250

    728x90 AdSpace

    Dana Untuk Renovasi Ruang Kerja DPR capai Rp6,2 Miliar

    Last Updated 2012-11-05T20:40:50Z

    Satelit9.com,Jakarta-Menjelang berakhirnya masa tahun anggaran 2012, Sekretariat Jenderal DPR membuat kejutan dengan menandatangani 3 proyek pembangunan di kompleks DPR RI. Ketiga proyek tersebut adalah penggantian pagar batas dengan Taman Ria DPR sebesar Rp1 miliar, renovasi toilet Gedung Nusantara I DPR sebesar Rp1,4 miliar, perbaikan ruang kerja anggota Gedung Nusantara I DPR RI senilai RP6,2 miliar.
    Kepala Biro Pemeliharaan Bangunan dan Instalasi (Harbangin) DPR Erry Saptaria Achyar di Jakarta, Senin (5/11), menjelaskan ketiga proyek tersebut sudah sesuai dengan kebutuhan yang diminta dalam rapat Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) pada awal 2012.
    Erry menambahkan, alasan dilakukannya ketiga proyek ini karena banyak keluhan dari anggota dewan yang mengeluh toilet di Kompleks Parlemen DPR RI banyak yang tidak berfungsi. "Banyak keluhan dari anggota dewan, setiap kali selesai rapat BURT mengeluh toiletnya rusak dan airnya tidak ada. Keluhan itu sudah muncul di awal tahun," ujar Erry.
    Selain perbaikan kerusakan pada toilet, Erry juga menambahkan keluhan datang untuk pergantian pagar batas dengan Taman Ria DPR serta perbaikan ruang kerja anggota Gedung Nusantara I DPR RI. "Memang kelihatannya bombastis dari anggaran tersebut. Tetapi kalau ditelusuri dan dibuka di laman www.LPSE.go.id sudah dipaparkan peruntukannya," jelasnya.
    Seperti untuk perbaikan toilet, lanjut Erry, anggaran Rp1,4 miliar adalah untuk 179 toilet yang rusak (terdapat kerusakan pada plafon dan ganti keramik) dan 18 toilet dalam keadaan rusak berat (air mampet). Jadi, ada 197 toilet yang akan diperbaiki akhir tahun ini dari totalnya 220 toilet di Gedung Nusantara I.
    Erry juga menjelaskan, saat ini kondisi toilet di DPR saat ini mengalami ada kebocoran pada pipa. "Pemutar tuas keran itu rusak karena air yang mengalir terlalu kencang jadi jebol. Setelah ditelusuri perlu pengaturan pipa hidran. Kami akan kembalikan fungsinya," ujarnya.
    Proyek ini sebenarnya sudah direncanakan sejak awal tahun. Namun, sempat tertunda akibat proyek yang ramai diberitakan media sebelumnya yakni terkait pembangunan gedung baru DPR. "Karena keputusan BURT yang meminta dilakukan rasionalisasi oleh BPKP, proyek sebelum bulan Juli itu harus tiarap. Akhirnya kami konsultasi Kementerian PU agar bisa dilelangkan bulan ini. Sekarang masih tahap lelang, minggu ketiga bulan ini ditargetkan selesai dan bisa dilaksanakan dalam waktu 1,5 bulan," ujarnya.
    Pihaknya optimistis ketiga proyek ini kelar hingga akhir 2012. Dengan dilakukan penjadwalan yang ketat, lanjut Erry, didukung dengan metode kerja yang baik, diharapkan pelaksanaan proyek sesuai dengan langkah kerja. "Kami harap selesai. Kalau soal lahan parkir motor yang sebelumnya itu terhambat karena banyak tahapan. Ya proses ngecor dan sebagainya. Kalau ini sudah tahu backbone yang diperbaiki," ungkapnya.
    Erry juga menambahkan, ketiga proyek ini tidaklah pekerjaan muluk-muluk dari DPR. Sebab, katanya, sejak dibangunnya Gedung DPR dan mulanya beroperasi pada 1997 belum ada perbaikan terhadap ketiganya. Sedangkan jumlah anggota dewan meningkat 5 kali lipat dibandingkan 1997 yang masih berjumlah sekitar 400 anggota dewan dan tenaga staf 800 orang. "Setiap tahun, bangunan itu menyusut 2%. Ini berdasarkan dejected book dalam Kementerian Pekerjaan Umum. Jadi sudah hampir 15 tahun tidak diiperbaiki," lanjutnya.
    Untuk perbaikan ruang kerja anggota, lanjut Erry, pihak anggota dewan meminta perbaikan keramik menjadi keramik parket, perbaikan wallpaper, dan vertical blind. Kata dia, ada 192 ruang kerja dewan yang akan diperbaiki.
    Perencanaan perbaikan ini diaku Erry akan dikerjakan secara bertahap. Akhir tahun ini difokuskan untuk barang yang memiliki urgensi perbaikan tinggi/memang sudah rusak. Sedangkan sisanya, akan dilanjutkan tahun berikutnya. Terkait anggaran per ruangan kerja, pihaknya menyebut sekitar Rp20-Rp50 juta per satu ruangan, termasuk untuk perbaikan ruang rapat.
    Adapun pergantian pagar batas dengan Taman Ria DPR RI juga dikatakannya sudah sesuai dengan permintaan BURT terkait laporan Pamdal Objek Vital. Saat ini, pagar yang membatasi DPR dengan Taman Ria memiliki tinggi 0,75 beat dan panjang 550 meter. Karena dirasa rawan oleh anggota dewan, pagar tersebut akan ditinggikan menjadi 2 meter.
    "Kami merasakan juga getaran yang dirasa masyarakat. Saya pun juga berasal dari lingkungan masyarakat. Tidak mungkinlah kita pakai untuk yang tidak-tidak. Saya juga berterima kasih dengan kedatangan wartawan ini berarti saya diingatkan lagi untuk hati-hati. Ini hanya sekadar pemeliharaan rutin yang dilakukan sesuai tingkat kerusakannya. Tidak ada dana pembangunan yang sifatnya mengada-ada," jelas dia.(cool)
    Komentar
    • Dana Untuk Renovasi Ruang Kerja DPR capai Rp6,2 Miliar

    Terkini

    Topic Popular