Satelit9.com,Jakarta- Keturunan Yahudi di Indonesia makin menggeliat. Sambil berjuang agar agama dan rasnya diakui di Indonesia, para kadarnya pun berjuang agar dapat masuk parlemen. Sinyal bahaya bagi Indonesia?
Seperti diberitakan, kader Yahudi yang berniat masuk parlemen dengan mengikuti pemilu legislatif (pileg) 2014 tersebut adalah Benjamin Ketang, pendiri sekaligus direktur eksekutif Indonesia-Israel Public Affairs Comitte (IIPAC), lembaga pelobi untuk perdagangan Indonesia-Israel.
"Mohon doa restu, karena saya mau nyaleg DPR RI dari Partai Gerindra dengan dapil (daerah pemilihan) Jember-Lumajang," kata Benjamin , Rabu (14/11/2012).
Pria yang pernah kuliah di Israel dan termasuk penggagas perayaan hari Kemerdekaan Israel 2012 yang jatuh pada 14 Mei silam itu mengaku, ingin menjadi anggota DPR agar dapat melakukan yang terbaik bagi publik.
"Masalah nomor caleg, saya serahkan pada ekanisme di DPC Partai Gerindra
"Jadi, selama dia (Benjamin) memenuhi syarat untuk mencalonkan diri pada pileg, silakan saja. Publiklah nanti yang akan menentukan apakah dia terpilih ataau tidak, karena saya kira publik kita sudah cukup cerdas," katanya.
Soal Partai Gerindra yang mengusung Benjamin, Aboe mengatakan kalau setiap partai punya kebijakan sendiri berkaitan dengan rekrutmen caleg. "Jadi, inipun sebaiknya tidak kita persoalkan. Biarkan publik yang menilai," tegasnya.
Namun demikian, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jember, Jawa Timur, mengatakan akan bersikap atas upaya Benjamin memasuki parlemen. Apalagi jika dia membawa misi Yahudi.
Menurut Ketua PCNU Jember, KH Abdullah Syamsul Arifin, jika keikutsertaan Benjamin pada Pileg 2014 mengusung paham Yahudi, NU akan bersikap dan takkan tinggal diam.
"Tapi kami akan bersikap pasif jika dia tidak mengancam organisasi NU dan jemaahnya, karena semua warga negara punya hak politik untuk dipilih dan memilih," tegas kiyai yang akrab dipanggil Gus Aab ini.
Seperti diketahui, hingga kini gerakan Yahudi merupakan gerakan yang batten ditakuti karena gerakan ini memiliki misi besar yang ingin diwujudan, yakni mencipatakan Tatanan Dunia Baru dimana mereka sebagai penguasanya.
Demi mewujudkan misi ini, Yahudi membentuk organisasi-organisasi yang dalam kiprahnya tidak pernah tidak menghalalkan berbagai cara. Lihat saja bagaimana gerakan Zionis Internasional, Freemasonry, IMF dan World Bank bertingkah. Bahkan di Timur Tengah, Yahudi melalui negara Israelnya tak henti-hentinya menumpahkan darah dan air mata rakyat Palestina dan Libanon.
Karena kelakuannnya itu, hingga kini Indonesia tidak punya hubungan diplomatik dengan negara berlkambang Bintang David pada bendera kebangsaannya titu. (Gunawan)
