• Jelajahi

    Copyright © Informasi Tanpa Batas
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Top Ads

    Iklan 300x250

    728x90 AdSpace

    Gubernur: Banjir Mamasa murni bencana alam

    Last Updated 2012-11-10T23:08:19Z


    Satelit9.com,Sulsel- Peristiwa banjir bandang yang terjadi di Desa Batanguru Timur, Kecamatan Sumarorong, Kabupaten Mamasa, SUlawesi Selatan, yang mengakibatkan belasan korban tewas murni bencana alam akibat hujan deras yang mengguyur wilayah itu.
    Hal tersebut disampaikan Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) Anwar Adnan Saleh usai melakukan kunjungan ke lokasi bencana serta laporan dan hasil koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Mamasa.
    Mengenai jebolnya bendungan atau penampungan air untuk kebutuhan persawahan warga setempat, Anwar membantahnya. Sebab, dari hasil koordinasi dengan Pemkab Mamasa, serta BPBD, TNI, maupu warga setempat, belum ada yang bisa menyaksikan apakah air yang tumpah dari atas pengunungan Kolong Lao tersebut diakibatkan karena penampungan air yang jebol.
    Sebab, peristiwa banjir tersebut ternyata bukan baru pertama kali terjadi, melainkan sudah kejadian ketiga kalinya. Hanya saja, baru peristiwa kali ini yang mengakibatkan korban jiwa hingga belasan orang warga tewas, serta tujuh rumah penduduk dan empat assemblage kendaraan.
    Ya, kesimpulannya, sebagian penduduk Batanguru atau daerah yang menjadi sasaran banjir bandang kita relokasi atau pindahkan ke tempat yang lebih aman yakni jauh dari aliran sungai,  , Sabtu (10/11/2012).
    Hal tersebut kata Anwar, untuk mengantisipasi peristiwa yang sama kembali terjadi. Apalagi, kedepan sudah memasuki musim hujan. Selain itu, peristiwa banjir bandang seperti yang terjadi dua hari lalu merupakan peristiwa ketiga kalinya terjadi.
    Mengenai teknisnya, Gubernur serahkan ke Pemkab untuk mengatur. Dia menilai, relokasi atau pemindahan penduduk disekitar pinggiran sungai merupakan solusi terbaik untuk mencegah korban jiwa berjatuhan selanjutnya jika kejadian itu kembali terulang.
    Selain itu, sebagai bentuk perhatian Pemerintah Provinsi terhadap para korban bencana alam tersebut, kata Gubernur, ia akan memberikan bantuan kepada pihak keluarga korban yang telah meninggal dalam peristiwa itu.
    Masing-masing, korban yang meninggal akan diberikan bantuan sebesar Rp10juta untuk biaya pemakaman. Begitupun dengan korban yang selamat yang saat ini masih menjalani perawatan medis, pemrintah provinsi akan menanggung seluruh biayanya.
    Dalam proses evakuasi korban, gubernur meminta kepada tim SAR untuk terus melakukan pencairan terhadap korban yang belum ditemukan. Bahkan, seluruh warga hingga ke Messawa diminta keterlibatannya untuk membantu Tim SAR mencari korban yang belum ditemukan.
    Sementara itu, terhadap korban yang sudah ditemukan, ia juga meminta kepada Pemkab Mamasa untuk menyiapkan fasilitas seperti mobil ambulance untuk proses evakuasi atau pemulangan jenazah korban ke keluaranya yang sampai saat ini masih berada di posko bencana alam. Sebab, ternyata, sebagian besar korban merupakan penduduk dari daerah tetangga yakni Kecamatan Nosu.
    Dalam kunjungan itu, gubernur memantau kondisi pasca banjir bandang diwilayah itu, sekaligus bertemu dengan masyarakat di Desa Batanguru, serta melihat langsung para korban jiwa yang sudah ditemukan akibat terseret air dan bebatuan pada peristiwa itu.
    Pada saat bersamaan, Pemerintah Kabupaten Mamasa, juga menyerahkan dua ekor kerbau kepada warga Desa Batanguru. Dua ekor sapi tersebut dipotong yang merupakan adat istiadat bagi warga setempat untuk menghindari bencana.
    Penyerahan dua ekor sapi untuk dipotong tersebut permintaan warga setempat sebagai bentuk adat istiadat jika terjadi bencana, kata Bupati Mamasa Ramlan Badawi.
    Ramlan menanggapi, terkait dengan keinginan pemrov merelokasi penduduk yang tinggal dipinggir sungai, Pemkab Mamasa akan lebih dulu melakukan pendataan. Namun, proses tersebut dilakukan setelah masa tenang. Karena saat ini, semua masih suasana berduka.
    Sementara itu, terkait dengan tujuh buah rumah yang dihantam banjir, pemerintah belum menyatakan sikap apakah akan membangunkan kembali atau tidak. Baik kepada rumah penduduk yang hancur absolute maupun sebagian.
    Warga berharap, pemerintah bisa menyalurkan bantuan atau pembangunan rumah sebagai tempat tinggal para korban yang rumahnya ikut hancur.

    (dedi)
    Komentar
    • Gubernur: Banjir Mamasa murni bencana alam

    Terkini

    Topic Popular