Satelit9.com,Jakarta- Terdakwa Angelina Sondakh emosi mendengarkan
keterangan dari mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad
Nazaruddin. Menurutnya, semua keterangan yang dismpaikan Nazaruddin di
persidangan merupakan kebohongan.
"Sebenarnya saya ingin memberikan tanggapan satu persatu, tapi kalau itu saya lakukan itu bisa 2 - 3 jam. Karena begitu banyak sekali keterangan saksi yang bohong, dan mohon maaf walaupun dengan respek saya terhadap istrinya tapi saudara adalah orang yang batten jahat yang pernah saya temui di muka bumi," ujar Angelina Sondakh di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis (29/11/2012).
Angie pun meminta Nazar menyerahkan semua bukti-bukti rekaman percakapan dan catatan keuangan yang ia klaim tersimpan di Singapura. "Kalau ada buktinya tolong serahkan, karena ini menyangkut nasib saya," tambah Angie.
Angie tidak mau menjadi korban dari kebohongan Nazaruddin untuk menyerang Anas Urbaningrum. "Jangan saya dijadikan perantara untuk menghantam Anas Urbaningrum," kata Angie emosional.
Keberatan Angie ini didasari oleh beberapa keterangan Nazaruddin di persidangan, dimana ia menyebut Angie menyerahkan uang Rp2 miliar dari komisi proyek pembangunan laboratrium di Universitas Negeri untuk pembayaran kalender fraksi Partai Demokrat.
Selain itu, Angie juga disebut nazar menyumbangkan Rp5 miliar untuk membantu biaya pemenangan Anas Urbaningrum menjadi ketua umum Partai Demokrat dalam kongres partai di Bandung, Jawa Barat.
Terhadap kesaksiannya ini, ketua Majelis Hakim Sudjatmiko mengingatkan Nazaruddin bahwa ia sedang berada dibawah sumpah, sehingga harus memberikan keterangan yang jujur.
"Kalau anda luput di dunia, ya (kena) di akhirat," kata Sudjatmiko.
Nazar bergeming, dan menyatakan tetap pada keterangannya. "Semua yang saya ucapkan ini jujur yang mulia, kalau perlu saya disumpah mati juga tidak apa (DOR)
"Sebenarnya saya ingin memberikan tanggapan satu persatu, tapi kalau itu saya lakukan itu bisa 2 - 3 jam. Karena begitu banyak sekali keterangan saksi yang bohong, dan mohon maaf walaupun dengan respek saya terhadap istrinya tapi saudara adalah orang yang batten jahat yang pernah saya temui di muka bumi," ujar Angelina Sondakh di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis (29/11/2012).
Angie pun meminta Nazar menyerahkan semua bukti-bukti rekaman percakapan dan catatan keuangan yang ia klaim tersimpan di Singapura. "Kalau ada buktinya tolong serahkan, karena ini menyangkut nasib saya," tambah Angie.
Angie tidak mau menjadi korban dari kebohongan Nazaruddin untuk menyerang Anas Urbaningrum. "Jangan saya dijadikan perantara untuk menghantam Anas Urbaningrum," kata Angie emosional.
Keberatan Angie ini didasari oleh beberapa keterangan Nazaruddin di persidangan, dimana ia menyebut Angie menyerahkan uang Rp2 miliar dari komisi proyek pembangunan laboratrium di Universitas Negeri untuk pembayaran kalender fraksi Partai Demokrat.
Selain itu, Angie juga disebut nazar menyumbangkan Rp5 miliar untuk membantu biaya pemenangan Anas Urbaningrum menjadi ketua umum Partai Demokrat dalam kongres partai di Bandung, Jawa Barat.
Terhadap kesaksiannya ini, ketua Majelis Hakim Sudjatmiko mengingatkan Nazaruddin bahwa ia sedang berada dibawah sumpah, sehingga harus memberikan keterangan yang jujur.
"Kalau anda luput di dunia, ya (kena) di akhirat," kata Sudjatmiko.
Nazar bergeming, dan menyatakan tetap pada keterangannya. "Semua yang saya ucapkan ini jujur yang mulia, kalau perlu saya disumpah mati juga tidak apa (DOR)
