Satelit9.com,Jakarta - Sebanyak 10 orang mahasiswa yang tergabung
dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), diamankan di Polda Metro Jaya.
Mahasiswa ini, diamankan karena terlibat bentrokan di depan Kedutaan
Besar Amerika Serikat, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.
"Iya ada 12 yang diamankan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Rikwanto di Jakarta, Rabu (21/11/2012).
Rikwanto menjelaskan, 12 orang yang diamankan terdiri dari 10 orang mahasiswa dan dua orang pemilik complete arrangement dan sopir yang digunakan dalam aksi unjuk rasa itu. Selain itu, polisi juga mengamankan satu assemblage mobil Grand Max terbuka nomor Polisi B 9089 PAA, pecahan kaca di pos Kedubes AS, beberapa batu dan rekaman dokumentasi handycame. "Ada dua orang yang juga dimintai keterangannya yaitu pengemudi mobil soundsystem dan aegis Kedubes," ujar dia.
Sementara, Romadhon, anggota HMI Jakarta Pusat menyayangkan sikap Kepolisian yang tidak melakukan negosiasi sebelum pembubaran secara paksa. Padahal, lanjutnya, mahasiswa ingin menjaga aksi damai. "Kami dari Kemenlu jam 14.30 WIB sampai di Kedubes AS pukul 15.00 WIB, kami langsunng melempar telor busuk. Belum sempat aksi, polisi mengamankan kami," jelasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), melempari petugas keamanan yang mencegahnya untuk melakukan unjuk rasa di depan Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat, di Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.[bay]
12 mahasiswa dari HMI yang diamankan di Polda Metro Jaya adalah:
Fajar, HMI Cabang Jakarta Timur
Noer Fajriansyah, Ketum PBHMI
Akbar Hasibuan, Komisariat HMI Cabang Jakarta Timur.
Mulyadi, Staf Ketua PB HMI
Diki, HMI Cabang Jakarta Timur
B Said, Staf Ketua PBHMI
Rilik Ruli Prasetio, HMI Cabang Jakarta Timur
Tresni, HMI Cabang Karawang,
Harseni M Amara, HMI Cabang Jakarta Timur
Maulana, pemilik sound
Rosid, supir.(deva)
"Iya ada 12 yang diamankan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Rikwanto di Jakarta, Rabu (21/11/2012).
Rikwanto menjelaskan, 12 orang yang diamankan terdiri dari 10 orang mahasiswa dan dua orang pemilik complete arrangement dan sopir yang digunakan dalam aksi unjuk rasa itu. Selain itu, polisi juga mengamankan satu assemblage mobil Grand Max terbuka nomor Polisi B 9089 PAA, pecahan kaca di pos Kedubes AS, beberapa batu dan rekaman dokumentasi handycame. "Ada dua orang yang juga dimintai keterangannya yaitu pengemudi mobil soundsystem dan aegis Kedubes," ujar dia.
Sementara, Romadhon, anggota HMI Jakarta Pusat menyayangkan sikap Kepolisian yang tidak melakukan negosiasi sebelum pembubaran secara paksa. Padahal, lanjutnya, mahasiswa ingin menjaga aksi damai. "Kami dari Kemenlu jam 14.30 WIB sampai di Kedubes AS pukul 15.00 WIB, kami langsunng melempar telor busuk. Belum sempat aksi, polisi mengamankan kami," jelasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), melempari petugas keamanan yang mencegahnya untuk melakukan unjuk rasa di depan Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat, di Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.[bay]
12 mahasiswa dari HMI yang diamankan di Polda Metro Jaya adalah:
Fajar, HMI Cabang Jakarta Timur
Noer Fajriansyah, Ketum PBHMI
Akbar Hasibuan, Komisariat HMI Cabang Jakarta Timur.
Mulyadi, Staf Ketua PB HMI
Diki, HMI Cabang Jakarta Timur
B Said, Staf Ketua PBHMI
Rilik Ruli Prasetio, HMI Cabang Jakarta Timur
Tresni, HMI Cabang Karawang,
Harseni M Amara, HMI Cabang Jakarta Timur
Maulana, pemilik sound
Rosid, supir.(deva)
