Satelit9.com,Jakarta-Kebakaran besar melanda 41 rumah di RT 04 dan RT
05 RW 05, Kompleks SPN (Sekolah Polisi Negara) Kramatjati, Jakarta
Timur. Api yang diketahui pukul 15.55 tersebut, diduga dipicu korsleting
listrik di rumah milik Hedi Supomo (50), warga RT 04/05.
Informasi di lapangan menyebutkan, rumah yang dalam keadaan terkunci karena pemiliknya tengah bertugas itu, tiba-tiba mengeluarkan kepulan asap tebal dari belakang. Tak absolutist kemudian, api langsung membubung tinggi dan merembet ke bangunan lainnya. Sempat terjadi ledakan tiga kali yang diduga berasal dari tabung gas milik warga tersebut.
Ketua RW 04, Sutomo mengatakan, rumah yang terbakar di antaranya di RT 04 sebanyak 38 rumah dan di RT 05 ada 3 rumah. Rumah tersebut dihuni oleh 41 KK. Sumber api yang berasal dari rumah Hedi Supomo, juga turut membakar rumah Sutomo yang jaraknya sangat berdekatan. "Api pertama kali terlihat di lantai dua. Kemudian merembet ke bangunan rumah lainnya," ujar Sutomo, Kamis (22/11).
Melihat kejadian itu, warga berupaya memadamkan kobaran api dengan peralatan seadanya, namun tak berhasil. Selain lokasi kejadiannya di daerah padat penduduk, juga akses ke lokasi sangat sulit dijangkau.
Lurah Kramatjati, Wahyudi mengatakan, seluruh korban kebakaran akan ditampung di tenda sementara. Tenda dipasang di lahan kosong dekat lokasi kejadian. Pihaknya juga akan membuatkan dapur umum untuk membantu kebutuhan makanan dan minuman korban kebakaran.
"Semua akan kita tampung di tempat penampungan. Sambil menunggu pemasangan tenda, warga mengungsi di mushola, balai warga dan RS Polri yang jaraknya hanya 20 meter," katanya.
Terkait hal tersebut, Kasie Operasi Sudin Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Damkar dan PB) Jakarta Timur mengatakan, dugaan sementara kebakaran dipicu oleh korsleting listrik. Untuk memadamkan kobaran api pihaknya mengerahkan 26 assemblage mobil pemadam. Api baru berhasil dipadamkan sekitar 1,5 jam setelah kejadian.
"Kami masih melakukan pendinginan. Hujan deras yang mengguyur lokasi kejadian juga sangat membantu pendinginan. Kami belum mengetahui apakah ada korban atau tidak," tukasnya (nudih)
Informasi di lapangan menyebutkan, rumah yang dalam keadaan terkunci karena pemiliknya tengah bertugas itu, tiba-tiba mengeluarkan kepulan asap tebal dari belakang. Tak absolutist kemudian, api langsung membubung tinggi dan merembet ke bangunan lainnya. Sempat terjadi ledakan tiga kali yang diduga berasal dari tabung gas milik warga tersebut.
Ketua RW 04, Sutomo mengatakan, rumah yang terbakar di antaranya di RT 04 sebanyak 38 rumah dan di RT 05 ada 3 rumah. Rumah tersebut dihuni oleh 41 KK. Sumber api yang berasal dari rumah Hedi Supomo, juga turut membakar rumah Sutomo yang jaraknya sangat berdekatan. "Api pertama kali terlihat di lantai dua. Kemudian merembet ke bangunan rumah lainnya," ujar Sutomo, Kamis (22/11).
Melihat kejadian itu, warga berupaya memadamkan kobaran api dengan peralatan seadanya, namun tak berhasil. Selain lokasi kejadiannya di daerah padat penduduk, juga akses ke lokasi sangat sulit dijangkau.
Lurah Kramatjati, Wahyudi mengatakan, seluruh korban kebakaran akan ditampung di tenda sementara. Tenda dipasang di lahan kosong dekat lokasi kejadian. Pihaknya juga akan membuatkan dapur umum untuk membantu kebutuhan makanan dan minuman korban kebakaran.
"Semua akan kita tampung di tempat penampungan. Sambil menunggu pemasangan tenda, warga mengungsi di mushola, balai warga dan RS Polri yang jaraknya hanya 20 meter," katanya.
Terkait hal tersebut, Kasie Operasi Sudin Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Damkar dan PB) Jakarta Timur mengatakan, dugaan sementara kebakaran dipicu oleh korsleting listrik. Untuk memadamkan kobaran api pihaknya mengerahkan 26 assemblage mobil pemadam. Api baru berhasil dipadamkan sekitar 1,5 jam setelah kejadian.
"Kami masih melakukan pendinginan. Hujan deras yang mengguyur lokasi kejadian juga sangat membantu pendinginan. Kami belum mengetahui apakah ada korban atau tidak," tukasnya (nudih)
