Satelit9.com,Klaten-Warga korban angin puting beliung di Kabupaten
Klaten, Jawa Tengah, hingga kini belum mendapat bantuan. Sementara itu,
BPBD Klaten mengajukan dana kepada bupati sebesar Rp300 juta untuk
bantuan korban bencana tersebut.
Bencana angin puting beliung terjadi pada awal November dan memorakporandakan sekitar 200 rumah penduduk di Kecamatan Bayat, Manisrenggo, Jogonalan, dan Prambanan. Dari jumlah rumah yang rusak itu, dua di antaranya roboh.
"Untuk bantuan korban bencana itu, kami sudah mengajukan dana Rp300 juta kepada bupati. Diharapkan akhir bulan ini dana bisa cair," kata Kepala Bidang Penanggulangan dan Kesiapsiagaan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten Joko Roekminto, Sabtu (24/11).
Bantuan diberikan kepada warga yang rumahnya roboh, rusak berat, dan rusak sedang. Menurut Joko, rumah yang roboh direncanakan mendapat Rp5 juta, rusak berat Rp4 juta, dan rusak sedang Rp2,5 juta. (OL-5)
Bencana angin puting beliung terjadi pada awal November dan memorakporandakan sekitar 200 rumah penduduk di Kecamatan Bayat, Manisrenggo, Jogonalan, dan Prambanan. Dari jumlah rumah yang rusak itu, dua di antaranya roboh.
"Untuk bantuan korban bencana itu, kami sudah mengajukan dana Rp300 juta kepada bupati. Diharapkan akhir bulan ini dana bisa cair," kata Kepala Bidang Penanggulangan dan Kesiapsiagaan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten Joko Roekminto, Sabtu (24/11).
Bantuan diberikan kepada warga yang rumahnya roboh, rusak berat, dan rusak sedang. Menurut Joko, rumah yang roboh direncanakan mendapat Rp5 juta, rusak berat Rp4 juta, dan rusak sedang Rp2,5 juta. (OL-5)
