Satelit9.com,Mamasa-Korban tewas akibat meluapnya Sungai Batang Uru, Desa Kabaniran Batang Uru, Kecamatan Sumarorong, Mamasa, kembali bertambah. Hingga malam tadi, korban tewas yang ditemukan sudah 14 orang.Kendati demikian, belum ada satupun korban tewas yang dimakamkan. Ke-14 jenasah tersebut masih disemayamkan pada keluarga masing-masing. Belum ada informasi pasti kapan korban dikebumikan.
"Bisa saja beberapa hari ini belum dikebumikan. Tapi itu semua bergantung kesepakatan keluarga mereka masing-masing. Dalam kondisi seperti itu, satu kampung benar-benar berduka karena jenazah belum dikebumikan," ujar Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh.
Kemarin siang, Anwar memang sudah tiba di lokasi bencana. Bersama rombongan, dia meninjau lokasi. Tak lupa pula, Anwar memberikan pengarahan kepada warga setempat saat berada di lokasi. Saat melakukan peninjauan, Gubernur Sulbar dua periode itu juga menyempatkan diri untuk melayat ke rumah keluarga korban. Tidak hanya itu, Anwar juga meninjau dapur umum yang berada di sekitar lokasi bencana.
Sementara itu, Sekretaris Kerukunan Keluarga Mandar Sulawesi Barat (KKMSB), Salman Dianda menagku prihatin atas bencana yang terjadi di Kabupaten Mamasa. Dia mengatakan, BPP-KKMSB telah mencoba berkoordinasi dengan pengurus dan sesepuh warga Mandar di perantauan agar bisa ikut membantu meringankan beban saudara-saudara di Mamasa.
"Kami hanya berharap pihak terkait memastikan para korban selamat segera mendapat tempat penampungan serta makan minum yang layak. Saya baca di media-media, BNPB baik pusat maupun daerah sepertinya sudah mengumpulkan data-data dan melakukan pencarian korban," katanya. (far/ars)