Satelit9.com,Jakarta-Seorang appointment boy tewas mengenaskan
terjepit lift selama tujuh jam, Rabu (28/11). Korban diduga terjepit
ketika hendak naik lift di Gedung Inkopad yang berada di Jalan Senen
Raya, Senen, Jakarta Pusat.
Insiden itu terjadi sekitar pukul 09.30 WIB. Korban diketahui bernama Iwan Junaidi (32). Saat itu Iwan hendak naik ke lift dari lantai dua. Lift lantai tersebut memang terbuka tanpa penutup.
Salah seorang saksi mata, Nixon (45), menduga Iwan melongokkan kepalanya ke lantai satu saat menunggu lift datang. Mendadak lift datang dari lantai satu dan menghantam kepala Iwan. Iwan pun terpelintir dan terbawa sampai di lantai tiga. "Lift langsung berhenti karena Iwan terjepit," ucap Nixon.
Pemilik gedung yang baru mengetahui ada orang terjepit di lift pukul 11.00 WIB, langsung meminta bantuan tim evakuasi dari polisi dan tentara yang berdinas di RSPAD.
Evakuasi baru mulai dilakukan pukul 14.30 dan selesai pukul 16.00. Jenazah Iwan pun sempat menunggu tujuh jam untuk proses evakuasi.
"Mereka membongkar lift dengan menggunakan gurinda dan linggis. Jenazah korban langsung dibawa ke RSCM," jelas Nixon.
Salah seorang rekan Iwan, Roby, 40, mengatakan Iwan sempat mengutarakan maksud untuk membetulkan lift tersebut. "Sudah Saya bilang dari kemarin ke dia, jangan suka kutak-kutik lift. Eh dikutak-kutik juga sama dia," ungkap Roby. (TII)
Insiden itu terjadi sekitar pukul 09.30 WIB. Korban diketahui bernama Iwan Junaidi (32). Saat itu Iwan hendak naik ke lift dari lantai dua. Lift lantai tersebut memang terbuka tanpa penutup.
Salah seorang saksi mata, Nixon (45), menduga Iwan melongokkan kepalanya ke lantai satu saat menunggu lift datang. Mendadak lift datang dari lantai satu dan menghantam kepala Iwan. Iwan pun terpelintir dan terbawa sampai di lantai tiga. "Lift langsung berhenti karena Iwan terjepit," ucap Nixon.
Pemilik gedung yang baru mengetahui ada orang terjepit di lift pukul 11.00 WIB, langsung meminta bantuan tim evakuasi dari polisi dan tentara yang berdinas di RSPAD.
Evakuasi baru mulai dilakukan pukul 14.30 dan selesai pukul 16.00. Jenazah Iwan pun sempat menunggu tujuh jam untuk proses evakuasi.
"Mereka membongkar lift dengan menggunakan gurinda dan linggis. Jenazah korban langsung dibawa ke RSCM," jelas Nixon.
Salah seorang rekan Iwan, Roby, 40, mengatakan Iwan sempat mengutarakan maksud untuk membetulkan lift tersebut. "Sudah Saya bilang dari kemarin ke dia, jangan suka kutak-kutik lift. Eh dikutak-kutik juga sama dia," ungkap Roby. (TII)
