Satelit9.com,Jakarta-Puluhan massa yang tergabung dalam Serikat Pekerja Carrefour Indonesia dan Konfedrasi Aliansi Serikat Buruh Indonesia (Kasbi) DKI Jakarta menggelar aksi unjuk rasa di depan Balaikota DKI Jakarta, Rabu (7/11). Dalam aksinya, para buruh meminta Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo turun tangan menyelesaikan persoalan yang dialami sejumlah rekan mereka yang dilarang untuk berserikat dan menghadapi ancaman PHK secara sepihak. Padahal, kegiatan berserikat telah diatur dalam undang-undang.Massa buruh juga tampak meneriakan yel-yel sambil membawa affiche bertuliskan menentang PHK massal dan stop pemberangusan serikat buruh Carrefour. Aksi buruh berjalan tertib dengan pengawalan ketat dari puluhan petugas kepolisian yang berjaga-jaga. Aksi ini juga tidak sampai mengganggu arus lalu lintas di Jl Medan Merdeka Selatan, karena para peserta audience menggelar aksinya di atas trotoar.
Koordinator aksi yang juga pengurus Kasbi DKI Jakarta, Bona mengatakan, permasalahan yang menimpa para pekerja Carefour Cempakaputih sangat krusial. Sebab, mereka dilarang oleh manajemen untuk berserikat. Bagi yang nekat berserikat, mereka dimutasi secara sepihak hingga dilakukan pemecatan atau pemutusan hubungan kerja (PHK).
"Kedatangan kami di sini meminta gubernur agar mau turun tangan menyikapi persoalan di Carrefour Cempakaputih. Di sana telah terjadi pelanggaran normatif yakni kebebasan berserikat," ujar Bona, Rabu (7/11).
Pihaknya, sambung Bona, selama ini telah berupaya melakukan mediasi dengan pihak Carrefour namun tidak pernah ditanggapi. Padahal, saat ini ada sebanyak 44 karyawan Carrefour yang terancam di PHK secara sepihak.
Ditambahkan Bona, aksi ini juga sengaja tidak digelar di depan kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DKI Jakarta, karena dalam aksi-aksi sebelumnya juga tidak pernah mendapat tanggapan. Dinsnakertrans DKI Jakarta, kata Bona, justru cenderug berpihak kepada pengusaha.(deva)