Satelit9.com,Kulonprogo-Sebuah mobil pikap AB 9010 BD, terjun ke
jurang sedalam 20 beat di Nepen, Pendoworejo, Girimulyo, Kulonprogo.
Tidak ada korban jiwa, namun lima orang penumpang termasuk sopir
mengalami luka serius akibat kecelakaan.
Mobil nahas ini dikemudikan oleh Muhrodi Suradi (58) warga Tegalrejo Nglumut Magelang yang membawa empat orang penumpang. Mereka adalah satu keluarga Fatonah (57) warga Tegalsari, Nglumut Magelang, bersama dengan anaknya Istiyani (36) warga Gebang Kebonharjo Samigaluh, Kulonprogo. Dua korban lainnya adalah cucu Fatonah yang juga anak dari Istiyanti, Ferri (3) dan Risti Kurniasari. Saat ini kelima korban dirawat di RS PKU Muhammadiyah Nanggulan Kulonprogo.
Informasi yang diperoleh satelit9.com Kecelakaan sendiri berawal ketika mobil pikap, sarat dengan muatan kelapa di bak belakang ini melintas di lokasi kejadian. Kondisi jalan yang menurun dengan banyak tikungan tajam, cukup menyulitkan pengemudi. Apalagi sopir belum pernah melintas di lokasi ini. Saat menurun inilah, mendadak rem blong dan tidak bisa dikendalikan.
Saat turun rem tidak berfungsi, ungkap Suradi menjelaskan di Rumah Sakit (RS) PKU Nanggulang Kulonprogo, Jumat malam(23/11/2012).
Menurutnya, dia sudah berupaya agar mobil bisa berhenti dengan menabrakkan pada pohon yang ada di tepi jalan. Namun upaya ini meleset dan membuatnya terjun di sebuah jurang yang cukup tajam. Tikungannya cukup tajam dan sulit,jelasnya.
Warga sekitar yang mendengar ada kecelakaan langsung memberikan pertolongan. Lokasi medan yang sulit membuat proses evakuasi agak lama. Kelima korban dievakuasi menggunakan sepeda motor menuju ke rumah sakit terdekat.
Begitu mendengar suara bruk, saya langsung lari dan membantu korban, jelas Sandiyono yang tinggal persis di depan jurang.
Menurutnya, lokasi ini memang cukup rawan. Beberapa waktu lalu di lokasi yang sama, sebuah bus kota usai melayat juga terjun. Beruntung bus tersebut bisa bersandar di sebuah batang pohon.
Kalau yang keploroti sudah tidak terhitung, karena jalannya cukup terjal dari bawah, ujarnya.
Sementara itu Danru Unit Lakalantas Polres Kulonprogo Aipda Muh Toha, mengaku kecelakaan ini murni karena masalah kendaraan. Sopir mengakui remnya blong dan tidak berfungsi. Pihaknya sendiri telah melakukan olah TKP.
Dikatakannya lokasi kejadian memang cukup berbahaya. Selain tikungan tajam, juga tanjakan cukup terjal. Kondisi ini menyulitkan pengemudi dari luar daerah. Beberapa kejadian kecelakaan di lokasi ini, selalu menimpa orang dari luar.
Butuh rambu lalu lintas di daerah ini untuk peringatan bagi pengendara, ttandas Muh Toha menjelaskan.
Hingga kini para korban mengalami luka memar, robek dan patah tulang. Mereka masih menjalani perawatan intensif di IGD RS PKU Nanggulan Kulonprogo. Sedangkan bangkai mobil masih dibiarkan di lokasi kejadian. Hujan deras membuat proses evakuasi mobil sulit dilakukan. (ida)