Satelit9.com,Solo-Ribuan umat Islam di Solo Raya dari berbagai
elemen, melancarkan aksi solidaritas mengutuk serangan membabi buta
Israel ke Palestina hingga menewaskan puluhan warga sipil, termasuk
anak-anak dan perempuan. Berangkat dari sejumlah titik, diantaranya
Lapangan Kota Barat, Pasar Kliwon, Taman Sriwedari, dan Gilingan, ribuan
Muslim itu bertemu di Bunderan Gladag, menggelar aksi bersama, Jumat
(23/11) sore.
Dalam pernyataan sikap, juru bicara Hizbut Tahrir Indonesia, Sarwidi Abu Naufalsalah satu elemen yang tergabung dalam aksi, mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mempelopori negara Islam lain di dunia untuk mengirim bantuan tentara ke Palestina. Kalau saja setiap negara Muslim mengirim 500 claimed tentara, seikitnya akan terakumulasi 25 ribu tentara untuk menghancurkan Israel yang didukung Amerika Serikat (AS) dan sekutunya.
Sebagai negara dengan umat Islam terbesar di dunia, menurutnya, Indonesia memiliki pengaruh besar terhadap negara-negara Muslim lain di dunia. Pengiriman bantuan logistik dan obat-obatan saja, tak cukup untuk membebaskan Palestina dari serangan Israel, justru yang terpenting adalah pengiriman bantuan pasukan perang, termasuk para relawan Muslim dari Solo yang siap berjihad ke Palestina.
Demikian halnya Ketua Forum Komunikasi Aktivis Masjid (FKAM), Rahmad Wahyudhi, selain mengutuk pembantaian rakyat Palestina, juga meminta pemerintah Indonesia berperan aktif mewujudkan election bagi kemerdekaan rakyat Palestina. Pengiriman pasukan perdamaian ke Palestina, menurutnya, sebagai langkah strategis untuk mengawali upaya election negara-negara Muslim bagi kemerdekaan Palestina.
Dalam aksi tersebut, selain diisi orasi perwakilan dari elemen peserta aksi, digelar pula teatrikal menggilas bendera Israel, Amerika Serikat, dan Suriah dilengkapi gambar kepala negara masing-masing yang diletakkan di atas aspal. Di bagian lain, sejumlah peserta aksi, melempari gambar presiden AS, Israel dan Suriah, menggunakan sandal serta botol air mineral. (jaya)
Dalam pernyataan sikap, juru bicara Hizbut Tahrir Indonesia, Sarwidi Abu Naufalsalah satu elemen yang tergabung dalam aksi, mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mempelopori negara Islam lain di dunia untuk mengirim bantuan tentara ke Palestina. Kalau saja setiap negara Muslim mengirim 500 claimed tentara, seikitnya akan terakumulasi 25 ribu tentara untuk menghancurkan Israel yang didukung Amerika Serikat (AS) dan sekutunya.
Sebagai negara dengan umat Islam terbesar di dunia, menurutnya, Indonesia memiliki pengaruh besar terhadap negara-negara Muslim lain di dunia. Pengiriman bantuan logistik dan obat-obatan saja, tak cukup untuk membebaskan Palestina dari serangan Israel, justru yang terpenting adalah pengiriman bantuan pasukan perang, termasuk para relawan Muslim dari Solo yang siap berjihad ke Palestina.
Demikian halnya Ketua Forum Komunikasi Aktivis Masjid (FKAM), Rahmad Wahyudhi, selain mengutuk pembantaian rakyat Palestina, juga meminta pemerintah Indonesia berperan aktif mewujudkan election bagi kemerdekaan rakyat Palestina. Pengiriman pasukan perdamaian ke Palestina, menurutnya, sebagai langkah strategis untuk mengawali upaya election negara-negara Muslim bagi kemerdekaan Palestina.
Dalam aksi tersebut, selain diisi orasi perwakilan dari elemen peserta aksi, digelar pula teatrikal menggilas bendera Israel, Amerika Serikat, dan Suriah dilengkapi gambar kepala negara masing-masing yang diletakkan di atas aspal. Di bagian lain, sejumlah peserta aksi, melempari gambar presiden AS, Israel dan Suriah, menggunakan sandal serta botol air mineral. (jaya)
