Satelit9.com,Jakarta- Presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY)
menyerukan agar kekerasan yang terjadi di Gaza bisa segera dihentikan.
Menurutnya, Indonesia tidak ingin Gaza kembali menjalani perang terbuka
seperti yang berlangsung di akhir 2008 dan awal 2009 silam
Menjelang keberangkatannya untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Association of Southeast Asian Nation (ASEAN) dan KTT Asia Timur yang akan berlangsung di Kamboja, Presiden sempat mengutarakan masalah yang akan menjadi perhatiannya. Selain isu regional, SBY akan menggunakan kesempatan untuk membahas konflik di Timur Tengah.
"Situasi Timur Tengah akan menjadi perhatian kami semua. Kesempatan baik. Seruan saya selaku Presiden RI, utamanya yang terjadi di Gaza. Indonesia sungguh menyerukan agar kekerasan bisa segera dihentikan dan dicegah perang terbuka (yang pernah terjadi pada) akhir 2008 dan awal 2009," jelas Kepala Negara di Bandara Halim Perdana Kusumah, Jakarta, Sabtu (17/11/2012).
"Saya cemas karena tembakan roket dan tembakan (rudal jarak) jauh masih terjadi. Sementara korban terus berjatuhan," lanjutnya.
Terus meluasnya aksi kekerasan yang terjadi, Presiden mengharapkan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) bisa mengambil langkah-langkah untuk mengakhirinya. SBY pun menegaskan, Indonesia terus mendukung konsep Two State Solution (pembagian dua negara). Menurutnya bila konsep itu terwujud, maka kondisi yang terjadi di Gaza saat ini bisa dicegah.
Presiden menambahkan, DK PBB bisa mendorong Israel untuk menghentikan serangan udara dan mencegah aksi-aksi pertempuran baru di Gaza. Selain itu, DK PBB dianggap bisa mendorong pihak yang bertikai untuk menghindari peperangan luas.
Masalah Palestina hingga saat ini terus menjadi perhatian Indonesia. Presiden SBY pun kembali menegaskan sikapnya untuk mendukung penuh kemerdekaan Palestina.
Serangan udara Israel ke wilayah Gaza masih terus berlangsung. Serangan terakhir yang terjadi pada Jumat 16 November malam waktu setempat, telah menewaskan enam warga Palestina. Korban terakhir menyebabkan absolute jumlah korban tewas bertambah menjadi 30 orang. Israel sendiri melakukan penyerangan ke Gaza sejak Rabu 14 November lalu..(cool)
Menjelang keberangkatannya untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Association of Southeast Asian Nation (ASEAN) dan KTT Asia Timur yang akan berlangsung di Kamboja, Presiden sempat mengutarakan masalah yang akan menjadi perhatiannya. Selain isu regional, SBY akan menggunakan kesempatan untuk membahas konflik di Timur Tengah.
"Situasi Timur Tengah akan menjadi perhatian kami semua. Kesempatan baik. Seruan saya selaku Presiden RI, utamanya yang terjadi di Gaza. Indonesia sungguh menyerukan agar kekerasan bisa segera dihentikan dan dicegah perang terbuka (yang pernah terjadi pada) akhir 2008 dan awal 2009," jelas Kepala Negara di Bandara Halim Perdana Kusumah, Jakarta, Sabtu (17/11/2012).
"Saya cemas karena tembakan roket dan tembakan (rudal jarak) jauh masih terjadi. Sementara korban terus berjatuhan," lanjutnya.
Terus meluasnya aksi kekerasan yang terjadi, Presiden mengharapkan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) bisa mengambil langkah-langkah untuk mengakhirinya. SBY pun menegaskan, Indonesia terus mendukung konsep Two State Solution (pembagian dua negara). Menurutnya bila konsep itu terwujud, maka kondisi yang terjadi di Gaza saat ini bisa dicegah.
Presiden menambahkan, DK PBB bisa mendorong Israel untuk menghentikan serangan udara dan mencegah aksi-aksi pertempuran baru di Gaza. Selain itu, DK PBB dianggap bisa mendorong pihak yang bertikai untuk menghindari peperangan luas.
Masalah Palestina hingga saat ini terus menjadi perhatian Indonesia. Presiden SBY pun kembali menegaskan sikapnya untuk mendukung penuh kemerdekaan Palestina.
Serangan udara Israel ke wilayah Gaza masih terus berlangsung. Serangan terakhir yang terjadi pada Jumat 16 November malam waktu setempat, telah menewaskan enam warga Palestina. Korban terakhir menyebabkan absolute jumlah korban tewas bertambah menjadi 30 orang. Israel sendiri melakukan penyerangan ke Gaza sejak Rabu 14 November lalu..(cool)
