Satelit9.com,Kuala lumpur - Gol kelas dunia Andik Vermansyah,
mengantar tim nasional (timnas) Indonesia menghantam Singapura, 1-0, di
Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, tadi malam (28/11).
Kemenangan itu mematahkan rekor buruk tidak pernah menang atas Singapura
selama 14 tahun di Piala AFF. Hasil positif itu memperbesar peluang
posisi Timnas Garuda di Grup B AFF Suzuki Cup 2012.
Turun di awal babak kedua menggantikan Elie Aiboy, Andik memang menjadi napas baru Timnas Garuda. Kecepatan serta kegesitannya menyisir barisan pertahanan The Lions, julukan timnas Singapura, kerap merepotkan skuad asuhan Radojko Avramovic. Sampai-sampai untuk menghentikan Andik, pelanggaran keras pun dilakukan pemain belakang lawan.
Terbukti, untuk menghentikan penyerang Persebaya Surabaya tersebut, salah satu pemain belakang Singapura, Muhammad Irwan Shah, harus diganjar kartu merah pada menit ke- 65. Tekel keras yang dilakukan pemain bernomor punggung 20 tersebut, membuatnya harus mendapatkan kartu kuning kedua.
Bermain dengan sepuluh pemain, Singapura pun mulai merapatkan barisan pertahanan. Akan tetapi, setelah terus menurun mendapatkan tekanan, gawang Singapura yang dikawal Mohamad Izwan Mahbud harus jebol juga. Sepakan spektakuler Andik dari luar kota penalti pada menit ke- 87, mengalir deras menghujam gawang Singapura.
''Itu hanya kebetulan saja. Coach Fabio (asisten pelatih timnas Indonesia) sebelum laga lawan Singapura sudah memberikan latihan tendangan bebas. Saya bersukur tentunya. Walau saya menilai sebenarnya gol itu kebetulan saja, senang hasil latihan kemarin bisa keluar, ungkap Andik, setelah laga usai.
Walau menilai gol yang dilakukannya hanya kebetulan saja, Andik mendedikasikan gol dan kemenangan timnas Garuda untuk seluruh masyarakat Indonesia. Dan dirinya menambahkan, kemenangan yang membuat timnas Garuda berhasil mengumpulkan empat poin dan berpeluang melangkah kebabak selanjutnya, sebagai bukti tim ini layak masuk dan membela timnas Garuda.
''Sungguh saya sangat bersyukur akhirnya bisa mengalahkan Singapura dan mampu mematahkan rekor tidak pernah menang. Saya dedikasikan gol dan kemenangan tersebut untuk masyarakat Indonesia. Terutama yang selama ini membenci timnas, jelas penyerang berusia 21 tahun tersebut.
''Artinya adalah, ini kerja keras semua pelatih dan semua tim ofisial yang ada di tubuh timnas. Dengan hasil dari kerja keras ini, di backbone kami selalu diremehkan. Alhamdulilah kami diberikan kemenangan. Allah tidak diam, sambung Andik.(ali)
Turun di awal babak kedua menggantikan Elie Aiboy, Andik memang menjadi napas baru Timnas Garuda. Kecepatan serta kegesitannya menyisir barisan pertahanan The Lions, julukan timnas Singapura, kerap merepotkan skuad asuhan Radojko Avramovic. Sampai-sampai untuk menghentikan Andik, pelanggaran keras pun dilakukan pemain belakang lawan.
Terbukti, untuk menghentikan penyerang Persebaya Surabaya tersebut, salah satu pemain belakang Singapura, Muhammad Irwan Shah, harus diganjar kartu merah pada menit ke- 65. Tekel keras yang dilakukan pemain bernomor punggung 20 tersebut, membuatnya harus mendapatkan kartu kuning kedua.
Bermain dengan sepuluh pemain, Singapura pun mulai merapatkan barisan pertahanan. Akan tetapi, setelah terus menurun mendapatkan tekanan, gawang Singapura yang dikawal Mohamad Izwan Mahbud harus jebol juga. Sepakan spektakuler Andik dari luar kota penalti pada menit ke- 87, mengalir deras menghujam gawang Singapura.
''Itu hanya kebetulan saja. Coach Fabio (asisten pelatih timnas Indonesia) sebelum laga lawan Singapura sudah memberikan latihan tendangan bebas. Saya bersukur tentunya. Walau saya menilai sebenarnya gol itu kebetulan saja, senang hasil latihan kemarin bisa keluar, ungkap Andik, setelah laga usai.
Walau menilai gol yang dilakukannya hanya kebetulan saja, Andik mendedikasikan gol dan kemenangan timnas Garuda untuk seluruh masyarakat Indonesia. Dan dirinya menambahkan, kemenangan yang membuat timnas Garuda berhasil mengumpulkan empat poin dan berpeluang melangkah kebabak selanjutnya, sebagai bukti tim ini layak masuk dan membela timnas Garuda.
''Sungguh saya sangat bersyukur akhirnya bisa mengalahkan Singapura dan mampu mematahkan rekor tidak pernah menang. Saya dedikasikan gol dan kemenangan tersebut untuk masyarakat Indonesia. Terutama yang selama ini membenci timnas, jelas penyerang berusia 21 tahun tersebut.
''Artinya adalah, ini kerja keras semua pelatih dan semua tim ofisial yang ada di tubuh timnas. Dengan hasil dari kerja keras ini, di backbone kami selalu diremehkan. Alhamdulilah kami diberikan kemenangan. Allah tidak diam, sambung Andik.(ali)
