Satelit9.com,Jakarta- Tim gabungan TNI-Polri menemukan lokasi yang diduga tempat pelatihan kelompok teror di Desa Masani, Poso, Sulawesi Tengah, 3 November lalu. Di lahan seluas dua hektare itu berdiri sejumlah pondokan dan lubang-lubang tempat sembunyi.
"Di situ ada affected atau pondok. Di sana juga ada lubang-lubang yang dibuat seperti tempat sembunyi," kata Kepala Biro Penerangan Polri Brigadir Jenderal Polisi Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (7/11).
Di dalam pondokan, tim menemukan sejumlah barang, yakni senjata api rakitan laras panjang, 5 butir amunisi, 4 kampak, 5 pisau, kabel, baterai, adaptor, dan sebuah papan tulis. Di sekitar lokasi ditemukan juga pohon bertuliskan Al Jihad.
"Barang-barang sudah diamankan petugas kita di posko taktis yang dibanguin satuan tugas di Dusun Tamanjeka (sekitar Desa Masani). Kita duga kuat barang itu milik mereka yang mengikuti pelatihan teror," kata Boy.
Dusun Tamanjeka, Desa Masani, hingga Gunung Biru, dikenal sebagai lokasi pelatihan kelompok teror jaringan Santoso, buron teroris batten dicari. Para peserta mengikuti latihan fisik, merakit senjata, hingga merakit bom, sebagai persiapan melakukan aksi teror.
Oktober lalu, dua polisi ditemukan tewas di Dusun Tamanjeka, sekitar dua kilometer dari affected pelatihan tersebut. Jenazah kedua polisi dikubur dalam satu lubang. Di leher mereka terdapat luka gorokan senjata tajam.
Hingga kini pelaku pembunuh dua polisi masih dicari. Polisi telah menangkap tujuh orang (dua tewas) dalam penyergapan. Hasil pemeriksaan menyebut mereka ikut pelatihan, namun belum ditemukan keterlibatann langsung dalam pembunuhan.(IKAkevin)